PEMILU 2009 AKAN MELAHIRKAN PEMIMPIN
YANG MEMILIKI SENSE OF POOR

APRIL MOP!!

Oleh : Minhadzul Abidin
Mungkin ketika kita mendengar kata APRIL MOP mungkin kata tersebut masih terasa asing di telinga kita, karena sejarah peradaban kebudayan Indonesia atau islam yang mendominasi kehidupan kita tidak pernah mengenal kata tersebut, mengapa saya menggunakan kata tersebut dan apa hubunganya dengan Pemilu 2009 yang akan dilaksanakan di bulan april. April Mop, dikenal dengan April Fools' Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari ini, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap teman dan tetangga, dengan tujuan mempermalukan mereka-mereka yang mudah ditipu. Di beberapa negara, lelucon hanya boleh dilakukan sebelum siang hari (sumber: wikipedia), jadi pada hari tersebut dilegalkan untuk berbohong dan menipu orang lain karena akan dianggap sebagai bahan lelucon. Kata tersebut pertamakali saya dengar sudah lama, ketika menonton acara kartun Spongebob Square Pants pada episode memperingati April Mop, Spongebob membohongi temannya Si Bintang Laut Merah Muda (Patriks) bahwa dia tidak suka dan benci sama Patriks, setelah Patriks terkejut dan hampir mau menangis karena kehilangan sahabatnya yang membencinya, kemudian Spongebob mengucapkan April Mop, dimana tokoh kartun tersebut berbohong dengan maksud mengerjai temannya karena bertepatan di bulan april kemudian merekapun saling tertawa dengan kebodohannya. Tradisi April mop sudah berkembang sejak lama dan meskipun banyak yang terkena tipu, tetapi masih banyak yang suka karena terhibur dengan sebuah lelucon.

Pemilu 2009 yang diyakini akan membawa perubahan besar bagi kehidupan rakyat Indonesia, elite-elite partai politik yang mendengung-dengungkan mantra pemikatnya, melakukan aksi dengan segala cara pada saat kampanye, mulai dari goyang erotis, pembagian sembako, money politik, janji-janji, kontrak politik seperti sembako murah, sistem ekonomi kerakyatan, DPR yang bersih, pendidikan dan kesehatan gratis, penyediaan lapangan kerja selalu mewarnai komunikasi politik elite parpol apalagi diawal bulan april ini yang memasuki hari terakhir kampanye terbuka.


Rakyat adalah pemegang legitimasi Pemilu 2009, begitu juga dalam pemilu 2004, terus apa yang terjadi, rakyat dipecundangi, dibodohi dengan janji yang kompulsif dan para elite-elite tersebut berniat memainkan strategi yang sama karena menganggap rakyat kecil dapat mudah diarahkan dengan hanya sebatas janji, kaos, sembako dll. Elite parpol tidak menginginkan rakyat kecil cerdas dalam memilih, meskipun dalam Pemilu 2009 kali ini dengan dicontreng atau memilih calon yang dikenal. Pemilih cerdas menurut hemat saya bukan tataran bagaimana kita mengenal baik seorang yang kita plih, mengawasi Pemilu 2009 agar jujur dan adil, anti money politik uang lebih dari itu, pemilih cerdas adalah yang masuk kedalam sebuah sistem, maksudnya kedalam sistem Pemilu 2009, rakyat bisa memakzulkan atau membatalkan hasil Pemilu 2009, seandainya elite-elite Parpol mengingkari janjinya. Hal itu dilegalkan dengan undang-undang, PERPU, aturan KPU, dan putusan Mahkamah kontitus yang final dan mengikat. Dan ketika kita masuk sistem tersebut, rakyat bisa menawarkan konsep kesejahteraannya sendiri seperti kesejahteraan untuk petani, nelayan, dan buruh yang selama ini selalu dimanipulasi dan dieksploitasi oleh pemilik modal asing yang bersekutu dengan penguasa yang mementingkan diri sendiri dan kelompoknya.

Jadi itulah konsep menurut saya yang harus di perjuangkan, kalau seandainya rakyat tidak masuk kedalam sistem hanya akan jadi korban poltik kotor atau ploitik dagang sapi, Pemilu 2009 semata-mata prosedural untuk melegitimasi nasfu kekuasaan mereka. sehingga rakyat tidak bisa berbuat apa-apa dan kasus masuk dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya tidak akan terelakkan. Hidup adalah pilihan begitu kata-kata bijak, Pemilu 2009 adalah sebuah narasi baru dalam kehidupan demokrasi, yang lebih utama adalah kepentingan rakyat karena rakyat pemegang kekuasan tertinggi dan di tangan rakyat legitimasi itu, pemilih cerdas harus memiliki bargaining position yang kuat dengan masuk kedalam sistem dan bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan. Jika point tersebut tidak bisa dilaksanakan maka hanya ada satu pilihan memilih untuk tidak memilih dan tolak pemilu 2009.

Pemilu 2009 tinggal beberapa hari lagi indikasi rakyat untuk masuk kedalam lubang yang sama tidak bisa dinafikan, kesejahteraan rakyat hanya sebatas janji palsu, harapan tinggal harapan, semuanya munafik diatas penderitaan rakyat, mungkin elite-elite lagi bermain April Mop, melakukan aksi pembohongan kepada rakyat dan menganggap rakyat adalah bahan lelucon, kesejahteraan yang diagung-agungkan adalah konotasi dari penghisapan, eksploitasi, penindasan, penggusuran, pelanggran HAM, kekerasan sturktural, pembodohan, kemiskinan. April Mop melegalkan hal itu dan itulah yang diyakini oleh elite-elite Parpol sekarang. Ingat Pemilu 2009 dan April Mop di peringati dan dilaksanakan di bulan yang sama April. mungkin terlalu banyak ruang ketidakdugan diantara kita ---ya terlalu banyak jangan-jangan---. Semoga, kita tunggu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RUANG KEBEBASAN BEREKSPRESI..

KATAKAN TIDAK UNTUK KEKERASAN DALAM AGAMA DAN JUSTIFIKASI PEMBENARAN AGAMA