Duh… HIMAS

Oleh : EDI SUSANTO ABIDIN
(Alumni HIMAS JOGJA Tinggal di Sumenep)

Kalaulah boleh saya ikut nimbrung dan mencermati perkembangan HIMAS pasca kongres 3 akhir-akhir ini semenjak dilantik sampai sekarang saya pribadi belum begitu tahu apa saja rencana atau capaian program yang sudah di laksanakan? Rekomendasi saat di kongres yang sudah di susun rapi apa sudah di flow up dalam bentuk raker atau tidak,sampai sejauh ini saya pribadi belum tahu itu atau jangan-jangan saya kuper tentang progresivitas HIMAS yang ter-update.

Idealnya HIMAS yang di nahkodai oleh saudara Hamdi yang terpilih secara demokratis,publik HIMAS mengaharapkan ada semangat dan arah baru memainkan peran-peran sosial di masyarakat dan kita menunggu kebijakan apa yang bisa menginjeksi HIMAS agar stake holder bisa bersama-sama,bahu membahu memajukan dan meneruskan apa yang sebelum atau sudah dilaksanakan bahkan justru yang lebih baik lagi, itulah sebuah mimpi kita.saya pribadi mengaharapkan ada prestasi cemerlang untuk kepengurusan baru ini dimana mengingat sambutan Ketum HIMAS saat itu, setelah di lantik cukup memukau dan retoris seingat saya ada langkah optimalisasi baik peran ataupun sinergitas komunikasi di internal HIMAS, harapan dan optimisme untuk mengurai benang kusuk di internal HIMAS yang sampai saat ini belum ada secara sistematis pebenahan-pembenahan yang membalut persoalan HIMAS walaupun sudah banyak tulisan-tulisan cerdas yang memberikan masukan untuk internal HIMAS untuk lebih baik.apakah layak juga Ketum juga manusia itulah kira-kira yang punya ketebatasan sekaligus punya kemampuan, setonggak mimpi dan harapan di pundak ketum tidaklah punya apa-apa tapi kosong dengan apa-apa maksud saya idealisme mimpi yang kita bangun bukan hanya di peruntukakan bagi ketum saja tapi publik HIMAS merasakan panggilan jiwa untuk bersama-sama mendorong biduk yang sewaktu-waktu hampir karam ini.

HIMAS yang di golongkan generasi ke tiga oleh saudara Sudarman dalam peta dan corak pemikiran perubahan di kepulauan sapeken bukanlah omong kosong,itu sebuah legitimasi publik yang di akui,disadari atau tidak biar masyarak sendiri yang menilainya.Mestinya generasi yang meneruskan HIMAS harus mengapresiasi serta berupaya mengembangkan dan mengoptimalkan gagasan-gagasan produktif kedepan sehingga cita-cita perjuangan untuk mengentaskan kemiskinan dan kebodohan serta mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kepulauan lambat laun akan terwujud selama kita tak berhenti menggelorakan aspirasi publik kepulauan.

HIMAS merupakan rumah intelektual yang bisa menampung pemikiran dan kepentingan kemaslahan umat terus berupaya membudayakan tradisi keilmiahan masyarakat kepulauan yang terpencil ini.saya kira sepatutnya arah cita-cita kita meletakkan sebagai desaian prestasi yang berkualitas,kita berupaya merumuskan tata ruang infrastruktur,development maving,sektor riil ekonomi dan pengelolaan dan pengembangan sember daya alam kita.
Saya cukup prihatin mendengar desah desus KLB (kongres luar biasa) di saat kita di tantang ikut andil merumuskan pemikiran kita untuk kepulauan,HIMAS harus menegaskan dirinya sebagai dapur program kesejahteraan yang bisa memberikan masukan kepemerintahan dan sekaligus menekan kebijakan yang pro kepada rakyat.tidak bisa juga di pungkiri ada mediasi kenyataan yang harus di cermati lebih solutif KLB harus di cermati dua hal.
pertama KLB pretensinya bisa mengacak-acak internal HIMAS bila tidak cerdas dan efektif mencari format solusinya bisa mengundang persoalan baru yang berlarut-larut yang tidak ada ujung penyelesaianya, sehingga menguras energi yang sebetulnya kita gunakan untuk yang produktif dan inovatif. Kedua KLB secara logis dilaksanakan bisa saja suatu kemandekan roda organisasi yang bisa dirasakan dan ditandai sepinya komunikas,tidak terjalin dengan baik hubungan dengan internal kepengurusan,bisa di pahami KLB sebagai upaya langkah penyegaran atau menghidupkan kembali mesin organisasi yang dalam prosesnya mengalami kelumpuhan atau juga ekstrimnya oganisasi itu di anggap mati. Sekalipun mungkin beberapa pihak yang resah dan peduli di internal HIMAS yang punya pemikiran bila membiarkan macetnya transformatif peran kepengurusan yang di komandai oleh ketum HIMAS akan melemahkan institusi HIMAS sendiri,bila juga tidak di sikapi dengan cepat akan mengundang borok yang bisa mengancam sel-sel organik HIMAS itu sendiri, dengan itu pula akan mendatangkan preseden buruk di mana upaya membangun eksistensi HIMAS di masyarakat.

Kini kita serahkan ke stake holder HIMAS itu sendiri dan tentunya mempunyai pembacaan dan landasan konstitusi,HIMAS bertumpu pada legitimasi hukum dan tentunya kita didik untuk menyelesaikan sesuatu tidak menyimpang pada ranah koridor hukum yang sudah kita sepakati namun bila ada upanya konspirasi politik obok-obok yang mangabaikan prosedur hukum, kita sudah mencatat sejarah bahwa kita melahirkan benih kecacatan hukum bila seperti itu duh… HIMAS

'

selengkapnya......

Untuk Perempuan Kepulauan

Quo Vadis Perempuan Kepulauan Sapeken
dari Hartini Sampai Iing Hj. Meing

oleh : Minhadzul Abidin

kalian memang butuh laki-laki, tetapi jangan hidup dibawah
penindasan dan kekuasaan laki-laki
(Kutipan Nyai Ontosoroh dalam Bumi Manusia-Pramoedya Ananta Toer-)

PENDAHULUAN

Ketika membaca buku Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer karya Pramoedya Ananta Toer, ada hal yang menjadi gugatan dalam pikiran saya yang harus segera tuangkan dan mencoba mengelaborasi terhadap kondisi Perempuan di Kepulauan dari dulu sampai sekarang. Secara umum kondisi Perempuan Kepulauan adalah sub narasi Perempuan di Indonesia. Dimana kondisi Perempuan di Indonesia masih di dominasi budaya patriaki dan hegemoni patriarki tersebut bersekutu dengan agama yang ditafsirkan secara tekstual, tetapi hal itu sudah mulai diimbangi dengan munculnya gerakan Perempuan yang menyuarakan persamaan hak dan kewajiban sebagai warga negara tanpa adanya diskriminasi gender, tetapi semua masih kontra produktif penuh perdebatan dan dialektika.

Apa yang ingin dituangkan oleh Pram dalam bukunya?, dalam satu bagian buku tersebut Pram ingin agar perawan remaja sekarang harus menikmati hidup penuh kebebasan dan memanfaatkan sebaik-baiknya, karena kondisi sekarang berbeda dengan zaman penjajahan jepang, dalam buku yang diambil dari kisah nyata dan penuturan saksi hidup tersebut banyak mengisahkan aksi kebrutalan jepang ketika mengambil anak-anak gadis pribumi untuk dijadikan budak seks, dengan alasan untuk disekolahkan di jepang, tetapi gadis-gadis tersebut dijadikan garda terdepan dalam melayani nafsu bejat tentara-tentara jepang yang perang melawan sekutu, banyak juga yang mati dimedan perang dan disiksa serta dibuang dilaut. Gadis-gadis trsebut banyak diambil dari anak keraton dan priyayi yang bersedia anaknya dibawa oleh jepang dengan alasan promosi jabatan, begitu mereka dijemput di rumah kabarnya tidak akan pernah diiketahui sampai sekarang ingin mengingatkan ketika hidup di zaman sekarang manfaatkanlah alam kemerdekaan ini dengan belajar dan berkiprah dalam berbagai hal.

Menurut Pram perawan remaja di zaman penjajahan jepang, mereka ingin belajar dan berdandan elok serti kalian sekarang, tetapi tidak punya kesempatan dan mereka terus dihimpit ketakutan dan penindasan serta ancaman bahkan banyak diantara mereka harus mati terbunuh dan mengalami cacat seumur hidup. Dan untuk menghindari jepang ada yang melumuri wajah mereka dengan kotoran ayam dan berdandan seperti orang gila.
Di era keterbukan dan demokrasi sekarang peran Perempuan dirasakan penting, Perempuan bisa berkiprah seseuai dengan skill dan tingkat pendidikannya.mereka juga terampil dalam berbagai bidang keahlian,di bidang politik peran prempuan harus mencapai kuota 30% di parlemen dikuatkan dalam UU pemilu tentang affirmative action. Jadi, jelas tidak ada media atau space khusus untuk membatasi ruang gerak Perempuan mungkin hanya UU pronografilah yang sedikit membatasi ruang gerak dan kreatifitas Perempuan, karena menurut bebrapa aktivis Perempuan, mengapa UU pornografi harus ditolak karena Perempuan dijadikan obyek dan sangat diskriminasi terhadap Perempuan karena Perempuan dianggap sebagai icon kerusakan moral bangsa.

PERGOLAKAN SRIKANDI KEPULAUAN
Sejarah Perempuan Kepulauan merupakan potret Perempuan secara umum di Indonesia, hak-hak untuk mendapatkan kehidupan yang setara dengan laki-laki masih terbatas, dibatasi oleh kodrat Perempuan yang harus menjadi istri yang patuh terhadap suami dan ibu terhadap anak-anak dan didukung oleh ajaran agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Kepulauan, tetapi pola diskrimasi tersebut tidak masuk dalam ruang lingkup kehidupan ekonomi, karena sejauh pengamatan penulis akses ekonomi Kepulauan banyak dikuasai oleh Perempuan sebut saja Hj Meing, Hj Ture, Ma surebe, mereka mencoba meretas budaya patriaki dengan penguasaan sendi-sendi ekonomi, dalam pergaulan masyarakat nama mereka terkenal dan menjadi fenomena lebih dari suaminya, peranan ketiga Perempuan Kepulauan tersebut diatas dirasakan penting karena secara tidak sadar merekalah yang mengatur arus jual beli dan peredaran barang dan uang di pada musim barat (tambaru) atau tepatnya musim penceklik bagi masyarakat Kepulauan.

Dibidang pendidikan pada awalnya Perempuan Kepulauan dipaksa putus sekolah karena harus menikah atau terpaksa tidak melanjutkan setelah sekolah dasar karena harus sekolah keluar daerah, sampai berdirinya Pesantren dan pembangunan SMP dan SMA, setelah itu habis gelap terbitlah terang begitu judul buku Kartini yang menginspirasi seluruh wanita indonesia, dan menginspirasi sosok Perempuan yang hijrah ke jakarta untuk melanjutkan kuliah dengan sebuah cita-cita dan impian untuk mencerdaskan masyarakat dan menjadi insprasi buat Perempuan Kepulauan lainnya, Namanya Hartini atau akrab dipanggil Bu Tini, Dialah yang membuka jalan dan cahaya dari kegelapan, hampir setelah itu banyak Perempuan Kepulauan yang mulai mengerti tentang pendidikan, sampai tahun 2002-2009 menurut data Departemen Penelitian dan Pendidikan PP HIMAS sekitar 300 Perempuan Kepulauan yang kuliah di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, di berbagai bidang seperti Prorfesi (Dokter, Perawat, Sekretaris, Guru, Teknik, Polwan) dan Sosial (Ekonomi, Hukum, Kominikasi, Politik) serta agama dan budaya (Dakwah, Syari’ah, Ushuluddin Bahasa Arab dan Inggris).

Setiap perubahan ada hal yang mempengaruhinya baik internal maupun eksternal, internal ketika Perempuan Kepulauan mulai menyadari hak-hak hidupnya untuk mendapatkan kehidupan yang layak seperti pendidikan dan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahliannya masing masing, tetapi ada juga dari eksternal terutama dari lingkungan (environment) yang mendukung dan partisipasi publik terhadap pendidikan sudah meningkat, tetapi pada hakekatnya setiap perubahan yang terjadi pasti memunculkan dua kutub yang menyelimutinya antara kutub positif dan kutub negatif yang selalu tarik menarik.

Hal inilah yang mungkin terjadi dalam dinamika Perempuan Kepulauan, setelah melalui fase tersulit Perempuan Kepulauan pun bangkit dengan satu tujuan dan keyakinan untuk kehidupan yang lebih baik dalam perjalanannya seringkali Perempuan Kepulauan sulit menemukan identitasnya sehingga pengaruh dari luar atau faktor eksternal sangat mempengaruhi kwalitas Perempuan Kepulauan, mungkin kita tidak bisa menafikan modernisme dan kebebasan informasi, sehinggga banyak kita lihat diferensiasi antara fase Hartini dengan teman-teman seperjuanganya dengan fase Prempuan Kepualauan saat ini atau saya menyebutnya Fase Iing Hj Meing, mengapa saya menyebut Iing begitu panggilan akrabnya kerana sama halnya dengan Hartini keduanya sama sama begitu fenomena sampai sekarang dan menjadi icon perubahan generasinya masing-masing. Iing Hj Meing Perempuan ideal menurut sebagain orang, diisamping memilki Wajah yang cantik dan struktur oriental serta kulit putih dipadu tubuh ideal tinggi semampai, mungkin mirip zhang ziyi (artis China tercantik 2008) atau Michelle Yeoh tapi bukan Miyabi, selain itu Iing mempunyai nama besar karena anak seorang pedagang sukses yang kaya raya, jadilah Iing kiblat trensetter Perempuan Kepulauan saat ini dan sumber referensi bagaimana cara memikat kaum adam.

FASE HARTINI

Pada fase-fase tersebut gerakan Perempuan Kepulauan memiliki semangat dan idealisme yang berbeda, misalnya pada fase Hartini, mereka masuk dalam ranah mencerdaskan masyarakat dan ikut andil dalam proses perubahan di Kepulauan, karena dalam Fase ini mereka adalah angkatan Mahasiswi yang terlibat aksi heroik dalam reformasi 1998, terutama Hartini dan kawan kawan yang pada saat itu kuliah di Jakarta, sehingga aksi heroik masih membekas ketika mereka pulang ke kampung halaman dan bersatu dengan masyarakat membentuk GEMBOSI (Gerakan Masyarakat Bersatu Tolak Korupsi). selain itu kepedulian mereka pada konsep pendidikan, konsep pendidikan anak usia dini, yang sebelumnya masih langka di Kepulauan, dengan tangan dingin dan kerja keras serta perjuangan yang masif dan terstruktur, sekarang kita melihat pendidikan tingkat TK menjamur dan tersebar merata di seluruh desa di Kepulauan. Perjuangan Hartini dan teman-temannya tidak sampai disitu, dalam Pemilu 2009 kemarin Hartini, Elli Wahyuni, Asni fatira(Ilong guru Asmuni) mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dan DPRD Kabupaten di Dapil Masyarakat Sapeken Memilih Calon Wakil Rakyatnya, meskipun dari partai berbeda, tetapi dengan satu tujuan dan keyakinan untuk perubahan masyarakat Kepulauan. Tetapi ada yang menarik ketika membicarakan Fase Hartini yaitu ketika berbicara masalah asmara, banyak diantara mereka sampai berumur 30 tahun ketas baru menikah, tetapi ada juga yang belum menikah, yang menjadi pertanyaan apakah tingkat idealisme dan aktivitas mereka yang tinggi melupakan persoalan pribadi yang menyangkut dengan hubungan asmara, karena pada hakekatnya kondisi Perempuan dalam hal ini rawan karena pertaruhan dua identitas menikah atau menjadi Perawan tua selamanya.

FASE IING HJ MEING

Mungkin pada Fase ini Peran Perempuan adalah sebuah keniscayaan, terbukanya kran akses pendidikan dan kebebasan menjadikan Perempuan pada fase ini mulai mengisi pos-pos penting di masyarakat, seperti Kantor Kecamatan, Kantor Kelurahan, Puskesmas, Bank, Sekolah dll. Tetapi pada fase ini proses pembentukan Perempuan Kepulauan yang cerdas,kreatif dan memiliki kearifan lokal masih merupakan Pekerjaan Rumah, karena idealisme Perempuan Fase Hartini sulit ditransformasikan dan dicerna karena kepungan budaya Leiberalisme yang mengusung hedonisme dan apatis, sehingga pada fase ini Perempuan Kepulauan tidak memliki identitas dan semangat pengabdian untuk masyarakat Kepulauan pun terasa hilang. Mungkin ada sebagian Perempuan pada fase ini yang memilki idealisme dan semangat perjuangan tetapi mereka minoritas sehingga tenggelam diantara hiruk pikuk dunia gemerlap yang menawarkan kebahagian absurd.

Selain itu pada fase ini sangat bertolak belakang dengan Fase Hartini, Fase ini begitu agresif dan reaksioner ketika bersentuhan dengan hal yang namanya asmara, sangat sensitif meminjam istilah andrea hirata terlalu obsesif kompulsif dalam memahami lawan jenisnya, jadilah Perempuan Kepulauan menjadi konsumtif, baik dari pakaian sampai peralatan make up untuk memutihkan wajah dan berdandan se elok-eloknya dengan satu tuntutan ingin meyenangkan lawan jenisnya, apa jadinya kalau Perempuan Kepulauan yang sejak kecil sudah memakai jilbab dan selalu diajarkan akhlak islam serta mendekap Mushaf Al-Qur’an dengan penuh kesyahduan ternyata sering menginap dikamar kost laki-laki yang bukan muhrimnya tanpa ada perasan bersalah seperti yang kita lihat di sinetron-sinetron.

Inilah yang merupakan permasalahan fundamental yang dialami Perempuan Kepulauan fase Iing H Meing, karena Perempuan Kepulauan yang sejak kecilnya selalu bersentuhan dengan norma yang mengikat, kebebasan dalam ruang lingkup pergaulan sangat dibatasi dan diawasi ketat oleh masyarakat, setelah kuliah di kota besar dan menghirup udara kebebasan yang tidak proporsional jadilah Perempuan Kepulauan fase ini seperti burung yang dilepas dari sangkar sehingga melupakan esensi dari kebebasan itu sendiri.

PENUTUP

Setiap fase memiliki sejarahnya masing-masing, sejarahlah yang membentuk pelaku dalam fase-fase tersebut, siapapun tidak bisa memaksakan sejarahnya untuk diikuti oleh orang lain atau generasi sesudahnya, tetapi yang menjadi catatan adalah Perempuan Kepulauan dalam sejarahnya telah mampu bangkit dari keterpurukan dan ikut dalam dinamisasi gerakan Perempuan di seluruh Dunia untuk mendapatkan perlakuan yang sama sebagai Warga Dunia tanpa ada diskriminasi gender, tinggal sekarang bagaimana usaha-usaha untuk menjaga semangat perjuangan di hati kaum Perempuan sekarang, yang memiliki tantangan berat karena derasnya kepungan globalisasi dan modernisme. Sejarah akan selalu mencetak Pemimpin yang memiliki keberanian dan berpegang teguh pada kebenaran karena pada hakekatnya kita belajar tentang kebenaran abadi dari masa lalu, bangkitlah Perempuan Kepulauan untuk Indonesia lebih baik.
'

selengkapnya......

KEDAULATAN YANG TERGADAIKAN
Golput ala Sujiwo Tedjo

Oleh : Minhadzul Abidin
Sujiwo Tedjo tokoh nyentrik yang memiliki nama lengkap Agus Hadi Sudjiwo (lahir di Jember, Jawa Timur, 31 Agustus 1962). Dia juga seorang dalang dan kalau bisara sangat ceplos-ceplos tanpa perhitungan apa adanya dalam bahasa jawanya disebut tanpa aling-aling, selalu mendeskripsikan sesuatu dalam konteks pewayangan jawa. Sujiwo Tedjo mulai terkenal sejak membintangi film KAFIR bersama Artis salah satu trah Azhari yakni Ayu Azhari. Ada hal yang mengganjal dalam pikiran saya ketika mengambil preference kepada sosok yang tidak jelas dan terlalu imajinatif dan melampaui batas dialektika rasional yang bersifat umum dan sangat kontroversial ini bahkan banyak menyebut nya sebagai orang senewen atau gila, tetapi ada yang menarik dari sosok yang satu ini ketika dalam suatu acara talkshow Pemilu disebuah stasiun televisi swasta setelah bertajuk Pemilu Indonesia sehari setelah Pemilu 2009 digelar yang membahas tentang prsentase golput di Pemilu 2009 yang mencapai 40%.

“ Saya akan memilih, jika ada Calon legislatif atau Calon Presiden nantinya, yang bersedia untuk parang melawan barat dalam hal intervensi mereka dalam bidang ekonomi, politik dll” begitu penuturan dari Sujiwo tedjo dengan Ke’tengil’annya, “ dan saya akan bersedia menjadi tim sukses yang tidak dibayar jika ada Caleg/Capres yang menandatangani bahwa Dia akan menasionalisaikan perusahaan asing di Indonesia yang menguasai hajat hidup orang banyak, dan karena tidak ada, terpaksa saya Golput” begitu kira-kira Sujiwo Tedjo bertutur.
Memang dalam penyampaian dalam forum diskusi tersebut, Sujiwo Tedjo terkesan tidak serius dan tidak tersistematis serta tidak mempunyai kerangka berpikir yang konstruktif, tetapi ini sangat menarik ditengah bangsa kita yang telah merdeka hampir 64 tahun, tetapi tetap saja dijajah oleh bangsa asing yang telah menjajah kita hampir 4 abad lebih dan kini menjajah dalam bentuk baru.

Bung Karno telah berkali-kali mengingatkan kita jangan pernah tunduk dengan kolonialisme yang terbungkus dengan kaplitalisme, kita harus melawan dengan segala daya upaya dan bangsa kita harus berdaulat, tetapi apa yang terjadi dari presiden soeharto samapai sekarang sekarang semuanya tunduk kepada kapitalis dengan IMF dan World Bank nya, Kolonial menjelma menjadi penjajah dengan mengutak-atik Kedaulatan pemerintah Indonesia, di buatnyalah kita ketergantungan, Lihat saja kebijakan pemerintah kita yang selalu berpihak kepada pemilik modal dan terlalu menyederhanakan kepentingan rakyat kecil dengan memberikan bantuan yang periodik tidak substansi dan permanen, sehingga kita melihat akhir-akhir ini banyaknya kriminal atau pembunuhan hanya karena masalah kelaparan, belum lagi permsalahan yang lain dana stimulus Fiskal Rp 73,3 triliun hanya untuk membantu pemilik modal dan untuk barang-barang impor tidak pernah menyentuh kebutuhan rakyat kecil. Dan menurut beberapa analisis bahwa pemimpin di Republik ini yang akan berkuasa sudah diketahui oleh para Kolonial tersebut sebelum Pemilu berlangsung, dan mereka seperti putra mahkota yang sudah dipersiapkan untuk mengamankan kepentingan para kolonial di negeri ini.


Mungkin menurut HS Dilon ada benarnya seorang pengamat yang terkenal dengan kopiah sorbannya dan selalu menggunakan kata excellence (ekselensi) untuk menyapa orang lain, kita harus melihat kembali konsep Tri Sakti yaitu tigal hal yang menjadi kekuatan kita dalam berbangsa dan bernegara, pertama Mandiri dalam bidang ekonomi, kedua berdaulat dalam bidang politik dan ketiga berkepribadian dalam berbudaya, selama tiga hal tersebut kita masih tergantung dalam kekuasaan asing, kita belum bisa disebut sebagai Negara berdaulat.


Pemilu 2009 untuk memilih caleon legislatif telah selesai, rakyat menatikan janji-janji dari para pemimpin yang telah mereka pilih, adakah harapan utnuk bangkit di negeri yang terkenal dengan kolam susu ini, dimana tongkat dan kayu bisa menjadi tanaman dan air laut bak anugerah yang tidak akan habisnya. Rakyat sudah terlalu lama menunggu dan mungkin akan apatis dan putus asa terhadap negerinya sendiri apapun yang akan dihasilkan di Pemilu 2009 siapapun yang akan terpilih selama penjajahan gaya baru tersebut belum bisa diberantas, rakyat akan selalu jadi korban.


Beberapa bulan lagi PILPRES, elite-elite sudah membahas rencana koalisi dengan alas an bukan hanya masalah power sharing tetapi penyatuan frame work, adakah calon Presiden nantinya yang memilki semangat kebangsaan dan menjadi harapan untuk bisa mengangkat derajat bangsa kita diatas tempat yang terhormat, tidak menjadi budak asing, memang pernyatan ini sanagat ideal dan normative tetapi pada hakekatnya Pancasila dan UUd 1945 selalu menuntun kepada para Pemimpin bangsa ini agar rakyatlah diatas segala-galanya. Kalau tidak GOLPUT adalah solusinya untuk Negara yang berdaulat untuk Indonesia Jaya. selamat ya buat para Golput Mania
'

selengkapnya......

PEMILU 2009 AKAN MELAHIRKAN PEMIMPIN
YANG MEMILIKI SENSE OF POOR

APRIL MOP!!

Oleh : Minhadzul Abidin
Mungkin ketika kita mendengar kata APRIL MOP mungkin kata tersebut masih terasa asing di telinga kita, karena sejarah peradaban kebudayan Indonesia atau islam yang mendominasi kehidupan kita tidak pernah mengenal kata tersebut, mengapa saya menggunakan kata tersebut dan apa hubunganya dengan Pemilu 2009 yang akan dilaksanakan di bulan april. April Mop, dikenal dengan April Fools' Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari ini, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap teman dan tetangga, dengan tujuan mempermalukan mereka-mereka yang mudah ditipu. Di beberapa negara, lelucon hanya boleh dilakukan sebelum siang hari (sumber: wikipedia), jadi pada hari tersebut dilegalkan untuk berbohong dan menipu orang lain karena akan dianggap sebagai bahan lelucon. Kata tersebut pertamakali saya dengar sudah lama, ketika menonton acara kartun Spongebob Square Pants pada episode memperingati April Mop, Spongebob membohongi temannya Si Bintang Laut Merah Muda (Patriks) bahwa dia tidak suka dan benci sama Patriks, setelah Patriks terkejut dan hampir mau menangis karena kehilangan sahabatnya yang membencinya, kemudian Spongebob mengucapkan April Mop, dimana tokoh kartun tersebut berbohong dengan maksud mengerjai temannya karena bertepatan di bulan april kemudian merekapun saling tertawa dengan kebodohannya. Tradisi April mop sudah berkembang sejak lama dan meskipun banyak yang terkena tipu, tetapi masih banyak yang suka karena terhibur dengan sebuah lelucon.

Pemilu 2009 yang diyakini akan membawa perubahan besar bagi kehidupan rakyat Indonesia, elite-elite partai politik yang mendengung-dengungkan mantra pemikatnya, melakukan aksi dengan segala cara pada saat kampanye, mulai dari goyang erotis, pembagian sembako, money politik, janji-janji, kontrak politik seperti sembako murah, sistem ekonomi kerakyatan, DPR yang bersih, pendidikan dan kesehatan gratis, penyediaan lapangan kerja selalu mewarnai komunikasi politik elite parpol apalagi diawal bulan april ini yang memasuki hari terakhir kampanye terbuka.


Rakyat adalah pemegang legitimasi Pemilu 2009, begitu juga dalam pemilu 2004, terus apa yang terjadi, rakyat dipecundangi, dibodohi dengan janji yang kompulsif dan para elite-elite tersebut berniat memainkan strategi yang sama karena menganggap rakyat kecil dapat mudah diarahkan dengan hanya sebatas janji, kaos, sembako dll. Elite parpol tidak menginginkan rakyat kecil cerdas dalam memilih, meskipun dalam Pemilu 2009 kali ini dengan dicontreng atau memilih calon yang dikenal. Pemilih cerdas menurut hemat saya bukan tataran bagaimana kita mengenal baik seorang yang kita plih, mengawasi Pemilu 2009 agar jujur dan adil, anti money politik uang lebih dari itu, pemilih cerdas adalah yang masuk kedalam sebuah sistem, maksudnya kedalam sistem Pemilu 2009, rakyat bisa memakzulkan atau membatalkan hasil Pemilu 2009, seandainya elite-elite Parpol mengingkari janjinya. Hal itu dilegalkan dengan undang-undang, PERPU, aturan KPU, dan putusan Mahkamah kontitus yang final dan mengikat. Dan ketika kita masuk sistem tersebut, rakyat bisa menawarkan konsep kesejahteraannya sendiri seperti kesejahteraan untuk petani, nelayan, dan buruh yang selama ini selalu dimanipulasi dan dieksploitasi oleh pemilik modal asing yang bersekutu dengan penguasa yang mementingkan diri sendiri dan kelompoknya.

Jadi itulah konsep menurut saya yang harus di perjuangkan, kalau seandainya rakyat tidak masuk kedalam sistem hanya akan jadi korban poltik kotor atau ploitik dagang sapi, Pemilu 2009 semata-mata prosedural untuk melegitimasi nasfu kekuasaan mereka. sehingga rakyat tidak bisa berbuat apa-apa dan kasus masuk dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya tidak akan terelakkan. Hidup adalah pilihan begitu kata-kata bijak, Pemilu 2009 adalah sebuah narasi baru dalam kehidupan demokrasi, yang lebih utama adalah kepentingan rakyat karena rakyat pemegang kekuasan tertinggi dan di tangan rakyat legitimasi itu, pemilih cerdas harus memiliki bargaining position yang kuat dengan masuk kedalam sistem dan bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan. Jika point tersebut tidak bisa dilaksanakan maka hanya ada satu pilihan memilih untuk tidak memilih dan tolak pemilu 2009.

Pemilu 2009 tinggal beberapa hari lagi indikasi rakyat untuk masuk kedalam lubang yang sama tidak bisa dinafikan, kesejahteraan rakyat hanya sebatas janji palsu, harapan tinggal harapan, semuanya munafik diatas penderitaan rakyat, mungkin elite-elite lagi bermain April Mop, melakukan aksi pembohongan kepada rakyat dan menganggap rakyat adalah bahan lelucon, kesejahteraan yang diagung-agungkan adalah konotasi dari penghisapan, eksploitasi, penindasan, penggusuran, pelanggran HAM, kekerasan sturktural, pembodohan, kemiskinan. April Mop melegalkan hal itu dan itulah yang diyakini oleh elite-elite Parpol sekarang. Ingat Pemilu 2009 dan April Mop di peringati dan dilaksanakan di bulan yang sama April. mungkin terlalu banyak ruang ketidakdugan diantara kita ---ya terlalu banyak jangan-jangan---. Semoga, kita tunggu saja.

selengkapnya......


ME
NGAPA KITA HARUS TOLAK PEMILU 2009
(Sebuah Ikhtiar Pribadi)

Oleh : Minhadzul Abidin

Tulisan ini merupakan penjelasan dari pendapat saya di buku tamu blog HIMAS pusat, tentang mari cerdaskan rakyat untuk menolak pemilu 2009 dalam konteks calon legislatif daerah pemilihan tujuh (DAPIL 7) DPRD kabupaten Sumenep, karena Caleg-Caleg yang muncul adalah pemain lama yang telah gagal dalam PEMILU 2004. kemudian banyak ditanggapi dengan pro kontra oleh alumni dan sebagian Anggota HIMAS. Mungkin namanya era keterbukaan demokrasi tidak ada ruang atau space khusus untuk membatasi hak berpendapat di muka publik dan pendapat tersebut tidak bermaksud atau sengaja memprovokasi masyarakat.

Siapa HIMAS?
Memang banyak yang menanyakan seperti itu, HIMAS itu tidak lebih dari sekedar wacana tidak pernah berbuat konkrit kepada masyarakat, apalagi dalam PEMILU 2009 yang merupakan momentum untuk memberikan kontribusi besar bagi masyarakat untuk hidup yang lebih berkeadilan sosial. Permasalahannya HIMAS masih dipandang sepele oleh masyarakat, bahkan oleh anggota HIMAS sendiri dan yang lebih menyakitkan lagi oleh pengurus HIMAS, terbukti ketika HIMAS mengadakan acara pengakderan yang waktunya bersamaan dengan acara sebuah partai, banyak teman-teman dan pengurus HIMAS yang labih memilih asyik masyuk dan berkorban dengan sepenuh hati dan jiwa raga untuk partai yang identik dengan partai dakwah tersebut dari pada untuk HIMAS. Dan lebih parah lagi ketika HIMAS menyatakan untuk independensi yang berakaitan dengan Anggaran Dasar HIMAS Pasal 4 SIFAT HIMAS adalah organisasi yang bersifat independent dan kerakyatan. semua orang mencibir dan mengaktualisasikan letupan keputusasaan dengan independensi HIMAS, karena HIMAS dianggap menggarami air laut atau menghangatkan matahari karena dianggap sebuah kesia-siaan. Bahkan yang lebih memalukan ada anggota HIMAS JABODETABEK yang berpendapat bahwa HIMAS harus mendukung partai X karena menurut dia Partai tersebut paling benar sudah terbukti bersih peduli dan professional karena HIMAS tidak bisa memberikan apa-apa buat masyarakat, mendingan partai yang berkantor pusat di kawasaan mampang Jakarta selatan tersebut. Jadi intinya sense of belonging to HIMAS sendiri patut dipertanyakan, karena hati kita karam melihat kebenaran karena taqlid yang membabi buta sehingga melupakan kebenaran menurut partai politik adalah kepentingan (interest) baik partai nasionalis, partai kafir atau partai Islam sekalipun.

Independensi (hasil MILAD HIMAS ke 8)
Milad HIMAS yang ke 8 yang dilaksanakan di Jogjakarta menghasilkan sebuah keputusan bahwa secara organisastoris HIMAS menutup diri dalam aktivitas mendukung atau terleibat aktif menjadi budak elite, tetapi HIMAS akan menjadi oposisi control dalam pemilu 2009 dengan mencerdaskan masyarakat untuk meilih pemimpin yang amanah, jujur dan adil dan itulah yang mungkin disebut sebagai Independensi Organisatoris, karena HIMAS adalah organisasi terbuuka dan menjunjung tinggi demokrasi dan tidak membatasi ruang gerak anggota HIMAS dalam demokrasi, oleh karena itu secara individu diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk aktivitas mendukung Tetapi dalam ranah bahwa aksi dukung-mendukung tersbut harus sesuai dengan watak dan karakter HIMAS yang termaktub dalam Tujuan Pasal 7
Tujuan HIMAS bertujuan untuk ikut meningkatkan insan ulil albab serta mewujudkan pencerahan umat dan respon terhadap persoalan-persoalan social, politik, ekonomi, lingkungan, budaya keagamaan demi mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Dalam pengertian bahwa secara individu pertama yang harus dilihat adalah Hanif (menunjung tinggi kebenaran), jujur, terbuka, bertanggung jawab bukan mendukung karena iming-iming sesuatu atau karena kedekatan emosional yang absurd, apalagi pahala. (lihat: SK PP HIMAS No. 04/SK-PP/HIMAS/III/2009)

PEMILU 2009; PERTARUHAN LEGITIMASI RAKYAT
Pemilu 2009 adalah pertaruhan legitimasi rakyat, apakah legitimasi didasarkan pada pemenuhan kesejahteraan bagi rakyat atau legitimasi utnuk kekuasaan kepentingan elite-elite politik. Memang pada dasarnya Pemilu 2009 adalah momentum utuk rakyat untuk memilih pemimpin yang akan membawa mereka ketempat yang lebih terhormat, tetapi apa lacur, legitimasi rakyat dimanfaatkan dan dieksploitasi oleh elite dengan janji yang obsesif kompulsif. Banyak caleg atau pemimpin yang telah gagal dalam PEMILU 2004 kemudian mencalonkan kembali datang dengan muka tanpa dosa.
Dalam konteks di dapil 7 DPRD kabupaten Sumenep, elite-leite parpol menggerayangi Pondok, yang merupakan corong untuk menyuarakan aspirasi dan rumah terkahir untuk menentramkan masyarakat, ironisnya Pondok biang keladi dari semua permasalahan kebingungan masyarakat, akibat Pondok sudah terjamah oleh kepentingan elite yang muka mereka berjenggot tetapi hati mereka busuk dengan mengelabui rakyat. Kemudaian elite-elite tersebut yang dulunya mengelabui rakyat ternyata mencalonkan kembali dengan muka beseri seperti baru diajak untuk naik bahtera Nabi Nuh as . Belum lagi elite-elite yang berlindung di ketiak organisasi keagamaan seperti PERSIS, Muhammdiyah dan NU sama saja. maksudnya rakyat sama saja tetap menderita, menagapa kita harus pilih pemimpin yang tidak amanah karena dalam Islam adalah amanah wajib bagi seorang pemimpin.

Kegagalan elite-elite tersebut memang dirasakan oleh Rakyat seluruh Inodnesia, terutama didaerah kecamatan sapeken yang terkenal dengan sember daya alam yang melimpah, ternyata masih banyak hidup menderita, kelaparan, kebodohan, perusakan alam, elsploitasi, diskriminasi, mewarnai kehidupan masyarakat, seharusnya elite-elite tersebut berdiam diri dimasjid dan berzikir mengingat kesalahannya dari pada harus mencalonkan kembali dan akan membuat rakyat lebih sengsara lagi. Dan kita harus membuka diri atau perlu kita sebutkan nama elite-eite yang telah gagal tersebut di corong-corong masjid atau musholla.

Mahasiswa dalam Wilayah Ranah Normatif
eksistensi mahasiswa sebagai agent perubahan sosial juga dipertaruhkan bermain dalam wilayah normatif yang mencerdaskan msyarakat adalah sebuah pilihan bukan dalam wilayah praktis yang menjadi budak untuk menlancarkan siasat-saiasat jahat para rahwana yang keji. Mahasiswa harus dipihak rakyat kritis dan reaksioner adalah se
buah pilihan. Kita cinta makanya kita bias mencipta, cintailah rakyat makanya kita akan berbuat sesuatu rakyat.

PENUTUP
Saya berteriak disini Untuk menolak PEMILU 2009, toh Pemilu juga akan berlangsung pada tanggal 9 april 2009, tetapi ada hal y
ang membanggakan saya ada sesuatu yang saya perbuat meskipun lewat tulisan ini, karena dengan niat yang tulus dan ikhlas dan atas nama penderitaan rakyat selama ini, saya ingin mengajak kembali kawan-kawan yang terlena dengan jebakan elite.. jangan sampai kita jadi monyet-monyet hanya karena dua buah pisang dengan setangkai padi.



'

selengkapnya......


H. DIKDING ORANG TERKAYA NO.1
DI KEPULAUAN SAPEKEN
(sebuah Hikmah dari perjalanan
kesuksesan bisnis H.Dikding)

Oleh : Minhadzul Abidin

Mempelajari atau mengambil hikmah dari kesuksesan orang lain dan berniat untuk mengambil hal-hal yang positif (ibroh) dari perjalanan hidup orang tersebut merupakan kecerdasan yang memilki nilai untuk selalu berpikir besar, karena berpikir besar dan memiliki jiwa besar adalah anugerah Tuhan yang tidak terbatas seperti Mu'jizat yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah SWT, sejatinya Berpikir dan berjiwa besar selau melahirkan manfaat besar dan dosa besar.

dalam perjalanan kesuksesan bisnis H.Dikding penulis hanya menggambarkan (deskriptif) tidak menyajikan data yang sistematis seperti buku biografi, tetapi tulisan ini hanya didasarkan pada kekaguman penulis terhadap kesuksesan dan perjalanan bisinis H. Dikding yang meraih puncak integritas sebagai orang kaya nomor wahid dikepulauan sapeken dan tulisan ini didedikasikan untuk Almarhum H.Dikding sebagai kenangan agar sosok yang telah meorehkan prestasi besar di kepulauan tidak bisa dilupakan begitu saja. mungkin banyak hal yang harus kita pelajari terlepas dari pro kontra beliau selama masih hidup.

Dari kesaksian berbagai sumber dari perjalanan hidup beliau banyak yang mengesankan dalam merintis usahanya beliau benar-benar seorang pengusaha yang ulet, tekun dan berpikir maju, dan sangat produktif. beliau sangat loyalis terhadap usahanya dan bahkan separuh hidupnya di abdikan buat usahanya, terbukanya peluang dan kesempatan kerja melalui tangan dingin beliau, usahanya tidak hanya bergerak dalam perikanan saja tetapi merambah kepada perkapalan, budi daya serta pabrik es dan masih banyak lagi, dan prinsip usahanya adalah jangka panjang seperti pabrik es yang masih dibutuhkan oleh masyarakat dikepulauan sampai sekarang, sehingga kesejahteraan hidup masyarakat sapeken yang kebanyakan Nelayan meningkat.

Menurut sumber tersebut prinsip hidup beliau sangat sederhana semua barang didunia ini dianugerahkan oleh Allah untuk dikelola manusia dengan sebaik-baiknya itulah cara kita mensyukuri nikmat Allah dengan mengelolanya bukan mendiamkannya sehingga tidak berguna. H. dikding juga orang yang sederhana penulis pernah ingat bahwa dandanan beliau sehari-hari tidak mencerminkan pengusaha yang sukses dalam keseharian beliau sering memakai kaus oblong yang sobek dan memakai celana pendek serta pakai sandal jepit tetapi kesederhanan beliau dan supel serta ramah terhadap orang lain menjadikan beliau memiliki wibawa yang sangat besar.

Takur begitu sosok H. Dikding digambarkan, kalau di film India produksi bollywood Takur ini diidentikkan sebagai sosok antogonis yang memiliki kekuasaan dan uang yang banyak yang bisa membeli sebuah kebenaran dan pengadilan Hukum, tetapi Takur dalam konteks H. Dikding tidak hanya bisa digambarkan (over plagiat) dalam film India tersebut mungkin yang digambarkan masyarakat sapeken adalah karena harta kekayan yang dimiliki oleh H. Dikding, tetapi pernah juga dikisahkan bahwa beliau sangat kejam dengan bekerjasama dengan sebagian oknum petugas keamanan untuk menakut-nakuti orang-orang kampung untuk memperlancar usahanya. tetapi tokoh antogonis itu coba diterjemahkan H.Dikding dengan cara pandang kedepan sehingga sejelek-jelek pandangan orang terhadapnya kemudian menghapusnya dengan mendirikan dua masjid yang megah (Masjid baiturrahman dan Masjid Lukmanul hakim) dan satu sekolah madrasah serta naik haji dan Umroh sampai lebih dari satu kali yang diwajibkan agama Islam dan yang lebih fenomenal Beliau juga mengajak orang yang loyalis (setia) terhadap belioau utuk naik haji. sehingga bisa diibaratkan ion negatif melaui pencitran yang yang jahat berganti dengan ion positif melaui pencitraan sebagai seorang dermawan yang tidak hanya sebagai amal biasa tetapi masuk dalam kategori amal jariyah yaitu amal yang tidak terputus sampai hari akhir nanti. masalah ikhlas dan tidak ikhlas yang sering menjadi perdebatan itu adalah hak Allah yang menilai niat seseorang dalam beramal jadilah H.Dikding sebagai Takur yang Sholeh yang ditakuti tetapi memilki perspektif bisnis yan berdasarkan nilai-nilai spritual,

Dalam film SAW 2 dimana tokoh JigSaw yaitu John Khramer selalu mengatakan "Permainan sudah dimulai, Rahasia Hidup ada dalam perjalanan hidup kita sendiri, kita sendirilah yang membuat takdir dalam hidup kita, melanjutkan permainan atau Game Over"begitulah takdir hidup kita selalu mengikuti usaha yang kita lakukan atau takdir adalah jawaban dari usaha kita, jangan terlau memikirkan pendapat orang lain selama hal yang kita lakukan berguna bagi kita sendiri dan orang lain, dalam ekonomi islan djelaskan bahwa dalam muamalah semua dibolehkan kecuali ada ketantuan hukum yang melarangnya (Al ashlu fil muamalati al-hibahah). jiwa besar selalu melahirkan orang yang berpikir besar dan melahirkan manfaat besar dan dosa besar, selamat jalan H. dikding Anda telah menorehkan prestasi hidup yang luar biasa dan akan kami kenang. selamat jalan orang paling kaya di kepulauan sapeken.




'

selengkapnya......

Perempuan Dalam Bingkai Islam

(Inspirasi Film Perempuan Berkalung Sorban)

Oleh : Minhadzul Abidin

Kebahagianku adalah ketika kau bersama denganmu dan pergi bersama dengan dirimu, karena Allah ternyata tidak adil kepada Perempuan
(dialog Annisa-perempuan berkalung sorban)

ketika saya diajak oleh seorang teman untuk menonton film yang diadaptasi Novel dengan judul yang sama karya Abidah el Khalieqy, yang disutradai dengan apik dan penuh kontroversial oleh Hanung Bramantyo, saya langsung menyanggupinya, ada hal yang membuat saya penasaran dan terlalu (meminjam istilah andrea hirata) obsesif kompulsif dengan film Perempuan Berkalung Sorban (PBS), apalagi setelah membaca resensi film tersebut di salah satu surat kabar ibukota.

Penasaran saya tersebut bukan karena melihat kecantikan Revalina S Temat dalam cover balihonya di jalan , tetapi karena tertarik dengan perdebatan yang cukup klise yang sudah berlangsung lama yaitu modernisasi, demokrasi dan islam dan konsentrasi perdebatan nya adalah permasalahan gender, yang dituangkan dengan sangat miris dan dilematis dalam film tersebut, begitu menohok sendi-sendi keyakinan terutama bagi umat islam yang sangat tekstual dalam memahami dan menafsirkan ajaran islam.

Isu-isu atau pertarungan antara gender dan islam dalam fim tersebut sebenarnya masih tergolong klasik meliputi kepemimpinan perempuan, peran perempuan diluar rumah tangga,ketaatan perempuan terhadap suami,poligami.tidak ada yang menjadi isu yang baru, tetapi patut untuk dipertanyakan kembali benarkah Islam atau Allah yang kita yakini sebagai maha adil ternyata tidak adil terhadap makhluk yang dia ciptakan sendiri dari tulang rusuk Nabi Adam?, mungkin pertanyaan tersebut bisa kita komparatifkan dengaqn perbuatan Syamsudin atau Gus Udin (Reza Rahadian) tokoh antagonis dalam PBS. atas nama kekuatan dalil " bahwa perempuan tidak akan masuk surga karena tidak patuh dan tidak mau melayani suaminya" meskipun dia sering puasa dan sholat malam bertahun-tahun sekalipun" menjadikan Syamsudin melakukan aksi kekerasan berpayung dibawah naungan dalil tersebut dengan menyetubuhi dengan paksa (pemerkosaan) istrinya yang pertama karena tidak mau untuk disetubuhi, atau melakukan aksi biadab dengan menyetubuhi istri keduanya yang lagi hamil 8 bulan sehingga Perempuan tersebut mengalami pendarahan. sekali lagi atas nama pembenaran agama.

permasalahan kiprah perempuan dalam islam menjadi porsi yang relatif besar atau mendapat perhatian yang sangat serius dalam PBS, dalam islam memang dijelaskan bahwa wanita dilarang keluar kecuali bersama muhrimnya, atau Perempuan harus menjaga kodratnya dan untuk mengabdikan hidupnya kepada suami, Annisa (Revalina S Temat) tokoh utama dalam film ini sering mengkritisi tentang ulah ayahnya atau ustad-ustad di Pesantren Al-Huda yang atas nama pembenaran agama, mencoba membatasi ruang gerak perempuan untuk berkarya dan berkreatifitas, sejak kecil Annisa sering berontak atas diskriminasi terhadap dirinya, apalagi Annisa adalah anak seorang kyai pimpinan pondok pesantren tersebut, baik dilingkungan keluarga atau pesantren diskriminasi itu selalu menghampiri dirinya. misalya ketika dia tidak boleh menunggang kuda. dipaksa harus mengalah oleh seorang Ustad dengan cara tidak fair karena dia perempuan waktu pemilihan ketua kelas, Annisa merasa tak nyaman dengan lingkungan pesantren dan keluarganya karena selalu ‘menyampingkan’ statusnya sebagai perempuan dengan alasan syariat Islam, sampai dewasa pemberontakan dan kegelisahan tersebut terus bergejolak setelah Annisa tidak boleh kuliah karena tidak adanya muhrim, dipaksa menikah muda,di poligami, tidak boleh menuntut cerai dari suami yang zhalim.

Dan yang paling fenomenal dalam sekuel kiprah perempuan dalam islam yang mendapat porsi besar dalam film PBS adalah pengorbanan dan eksistensi dalam memberikan wacana perubahan terhadap santriwati pesantren untuk banyak membaca dan menulis serta hidup bebas.ketika itu Annisa sering memberikan buku BUMI MANUSIA karangan Pramoedya Ananta Toer yang dituils di penjara pulau buru, pada latar Film PBS tersebut adalah buku yang dilarang oleh pemerintahan orde baru,dalam adegan tersebut buku-buku tersebut dibakar atas nama Allahu Akbar, karena dirasakan akan membuat santriwati jadi nakal dan murahan, tetapi menurut Annisa yang terinspirasi oleh buku tersebut bahwa manusia harus bebas tidak boleh ada pengekangannya didalamnya meskipun atas nama agama sekalipun, biarkan perempuan berkaya an berkreativitas menjalani hidup tanpa paksaan dan belenggu nalar.

Allah tidak Adil pada perempuan, itu yang selalu diucapkan Annisa dalam film tersebut setiap mengalami aksi diskriminasi, Islam yang katanya rahmatan lil alamin tidak bisa dijadikan sebuah sandaran hidup bagi perempuan, benarkah? menurut kacamata sekuler yang mengambil data dari The Global Gender Gap Report tahun 2008 yaitu laporan penyelesaian permasalahan kiprah perempuan di 135 Negara ternyata negara-negara mayoritas muslim seperti arab saudi dan yaman menempati posisi terakhir , dan indonesia menduduki posisi 68 dan yang menduduki peringkat pertama sampai kelima adalah negara-negara skandinavia seperti swedia yang mayoritas beragama non muslim, jadi jelas bahwa negara muslim otomatis islam belum terbuka dengan permasalahan gender, dan sering terjadinya aksi kekrasan terhadap perempuan atas nama agama seperti di Afghanistan dll . itu kata orang sekuler, tetapi ada yang menarik juga dari film PBS tersebut ada sosok Khudori (okta antara) sosok yang mempunyai wawasan dan mempunyai pendapat lain atau tafsir tentang ayat-ayat pelegalan dominasi laki-laki terhadap erempuan dalam islam, khudori memnadang perempuan dari sisi kemitraan, kasih sayang yang tulus, keterbukaan dan persamaan nilai-nilai kemanuasian. dia memandang bahwa permasalahan diskriminasi terjadi bukan karena agama, tetapi karena dua hal yaitu, natural dan kultural, natural meliputi perbedaan karena perempuan harus melahirkan sedangkan laki-laki tidak, sedangkan yang paling mendominasi adalah kultural budaya patriaki yang berkembang kepada masyarakat sehingga mempengaruhi pada pola tafsir ajaran agama.

terakhir, mungkin film tersebut wajib ditonton otomatis bagi perempuan yang ingin melakukan pencerahan dan ingin pembebasan terutama hal yang positif tentang peran dan kiprah perjuangan perempuan. begitu menggelitik nurani dan begitu menghempaskan keyakinan tafsir yang absurd serta mendobrak nalar.




'

selengkapnya......

EKONOMI SAPEKEN
DIANTARA MUSIM BARAT, KEYNESIAN DAN MA SUREBE

Oleh : Minhadzul Abidin


PENDAHULUAN

Musim barat di Kecamatan Sapeken yang biasa disebut sebagai musim penceklik, yang ditandai dengan angin dan gelombang tinggi membuat perahu dan kapal harus karam di Pelabuhan sampai waktu yang lama, pada musim barat tersebut tersebut roda dan gairah perekonomian masyarakat lemah, karena tingkat pendapatan yang menurun, daya beli rendah dan implikasi pada semua sektor kehidupan masyarakat. salah satu yang terkena dampaknya adalah Pedagang, ditengah permintaan (demand) yang semakin menurun dan daya beli masyarakat rendah, Pedagang akan mengalami kerugian yang sangat signifikan, karena pada saat itu Pedagang akan menjual barang dengan harga murah atau memberikan hutang kepada konsumen dan arus perputaran modal akan mengalami hambatan yang besar. Penurunan daya beli masyarakat disebabkan karena sumber mata pencaharian terbesar masyarakat yaitu Nelayan mengalami hambatan (weakness)karena Nelayan tidak berani melaut Dan pada situasi inilah deflasi semakin meningkat dimana jumlah barang melebihi jumlah uang yang beredar.

KLASIK VS KEYNESIAN
Kalau kita berbicara ekonomi makro, masa musim barat ini disebut sebagai stagflasi dimana permintaan agregat menurun dengan tingkat deflasi yang tinggi, dan untuk menganalisis permasalahan tersebut dari dulunya pertentangan madzhab klasik dan Keynesian menjadi sebuah analis khusus untuk mencari benang merah dalam mengatasi permasalahan tersebut.
Madzhab klasik yang dipelopori oleh Adam Smith (1776) yang terkenal dengan konsep laissez Faire yaitu suatu konsep atau teori ekonomi yang berdasarkan pada keyakinan bahwa pasar dan sektor swasta dapat berjalan sendiri tanpa campur tangan Negara dan permasalahan ekonomi tersebut diserahkan kepada mekanisme pasar serta proses alamiah pasar yang akan mengaturnya (invisible hand). Tetapi menurut John Maynard Keynes (1936) yang pemikiran dan filsafatnya dikenal sebagai Keynesianiasme dan orang-orang yang setuju dan sering mengadopsi pemikirannya disebut Keynesian. Pendirian IMF (international monetary found) dan World Bank merupakan ide konkrit dari teori-teori ekonomi Keynesian, menurut Keynes yang terkenal lewat buku fenomenalnya The General Theory of Employment, Interest, and Money
(1936), pada prinsipnya untuk mendukung daya beli masyarakat kembali dengan meningkatkan pemintaan agregat dan menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat dan disinilah campur tangan pemerintah untuk mengkondisikan pasar, Jika pemerintah meningkatkan pengeluarannya, uang yang beredar di masyarakat akan bertambah sehingga masyarakat akan terdorong untuk berbelanja dan meningkatkan permintaannya (sehingga permintaan agregat bertambah). Selain itu, tabungan juga akan meningkat sehingga dapat digunakan sebagai modal investasi, dan kondisi perekonomian akan kembali ke tingkat normal dan full employment.

Secara prinsipnya untukmengatasi kondisi perekonomian masyarakat kecamatan sapeken pada musim barat ini, Madzhab klasik lebih memilih diam dan diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar dan dipasarlah permsalahan ekonomi akan kembali pada titik keseimbangan. Dan menurut Keynesian perlu pihak ketiga yang mendorong jumlah uang beredar dimasyarakat untuk meningkat permintaan dan daya beli masyarakat.

MA SUREBE (Who She?)
Mungkin banyak yang tidak mengetahui sosok Ma Surebe karena memang dia bukan Super Star, Ma surebe begitu beliau biasa dipanggil, sosok pekerja keras dan sangat oppourtunis, Ma surebe merupakan tokoh pendatang baru dalam dinamisasi kehidupan perekonomian masyarakat kecamatan sapeken, mulai terdengar kiprahnya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini, dikenal memilki perangai keras dan sangat kontroversial.

Tidak ada yang istimewa dalam diri Ma Surebe kecuali suaranya yang melengking pada waktu menagih hutang, hanya seorang pebisnis lokal tetapi menurut sebagian orang Ma Surebe adalah first lady karena Dia bisa membantah tradisi lokal yang patriarki terutama dalam genderalisasi ekonomi, dan hampir sebagian orang menyebutnya wanita terkaya pertama di Kecamatan Sapeken , penulis juga tidak tahu dan tidak melakukan riset khusus untuk mendata harta kekayaan Ma Surebe.

Berbeda dengan Pengusaha ikan atau pedagang di Kecamatan Sapeken yang harta kekayaan pribadi dan modal usaha masih menimbulkan pertanyaan, terutama kalau dikaitkan dengan budaya bisnis di suku bajo yang lebih memilih unsur gensi dari pada perluasan usaha, sehingga dengan keuntungan yang relatif sedikit tetapi tingkat konsumerisme (daya belanja) yang tinggi, sehingga modal pun ikut raib dan kelilit hutang menjadi substansi yang tidak bisa terelakkan.

Ma Surebe membangun usaha dengan modal sendiri dan sedikit memanfaatkan kelemahan orang lain, terutama di musim barat seperti ini, dimana tingkat pendapatan masyarakat menurun dan tidak adanya lapangan kerja, karena orientasi usaha sebagian masyarakat kecamatan sapeken adalah nelayan tidak ada pekerjaan sampingan (side job) yang tidak berhubungan dengan laut. Jadilah sebagian masyarakat untuk menutupi kekurangan dan mencoba bertahan hidup sampai menjelang musim barat berakhir, Ma Surebe adalah jawabannya, seperti malaikat penolong bagi jiwa-jiwa yang rapuh, tentunya dengan syarat pinjaman yang begitu ketat, seperti sertifikat tanah atau barang-barang berharga lainnya. Disinilah kejeniusan dan opportunistic ala Ma Surebe memainkan peranannya dengan baik,sehingga pundi-pundi kekayaannya akan bertambah apalagi waktu musim penceklik seperti ini.

MA SUREBE SEORANG KEYNESIAN

Dalam teori Madzhab Keynesian dijelaskan tentang perlunya orang ketiga untuk mendorong jumlah permintaan untuk meningkatkan daya beli masyarakat dengan menambah jumlah uang beredar ditengah deflasi karena musim barat seperti ini, Hal tersebut diimani dan diamini oleh Ma Surebe beserta penganut keynesian lain dalam wadah "TUKANG KREDIT",yakni memberikan pinjaman untuk mendukung konsumsi rumah tangga,karena konsumsi rumah tangga merupakan elemen penting dalam mempercepat arus perputaran uang, otomatis dengan bunga yang relatif besar, saya tidak akan membahas perdebatan tentang bunganya, karena konsep Keynesian tentang keuntungan dari proses pembiyaan (pinjaman) pasti berbicara bunga.

Ma Surebe dan Penganut Keyenesian lainnya yang merupakan orang-orang yang tersenyum pada musim barat, meskipun senyuman itu bukan berarto senyum diatas luka orang lain, tetapi pada prinsipnya dari tangan-tangan Keynesian inilah sehingga ekonomi di kecamatan Sapeken yang pasti terpuruk kalau di Musim Barat mulai berjalan dengan normal kembali, karena tingkat daya beli masyarakat mulai bergairah, meskipun tidak seperti sebelumnya. Uang berputar dengan baik dan keuntungan bagi semua pihak. Pertama keuntungan bagi Pedagang mencegah terjadinya kebangkrutan dan arus modal berjalan lancar. Kedua, Pengusaha ikan karena keuangan Pedagang yang relatif membaik dan untuk menambah suply barang di toko terhambat karena ketiadaan kapal perintis, mulai membantu pengusaha ikan dengan meminjamkan modal (tidak lancar) untuk membantu biaya-biaya produksi yang harus ditanggung pengusaha ikan karena sedikit pasokan Ikan ke tauke di Bali dan Banyuwangi
, nantinya setelah musim barat berakhir skenarionya seperti ini, tauke pengusaha ikan yang akan membayar utang ke tauke pedagang setelah dengan jumlah yang lebih besar karena pedagang mendapat hasil dari modal yang dipinjamkannya, keuntungan yang diperoleh Pedagang bisa dua kali lipat yaitu hutang jadi lunas dan barang di toko juga bertambah,

Ketiga bagi Mahasiswa (kaum terdidik) yang bahagia setelah merana karena uang kiriman tidak kunjung datang, yang tadinya pusing memikirkan biaya( KRS semester genap, kost, makan, foto copy, Shopping, rental komputer,warnet, PS, dan traktir pacar dll) dan yang paling tragis adalah kalau sampai terjadinya 'malapetaka' senin kamis, bukan puasa senin kamis tetapi makan senin kamis yang menjadi agenda tahunan dalam menghadapi musim barat karena keterlambatan kiriman

PENUTUP
Secara garis besar praktek Keynesian adalah praktek merugikan bagi masyarakat di kecamatan sapeken, menyelesaikan masalah dengan masalah baru, budaya hutang dan konsumerisme tinggi adalah awal kehancuran dalam ekonomi, karena masyarakat semakin terjebak dalam prinsip ekonomi kapitalis yaitu kebutuhan yang tidak terbatas sedangkan alat pemenuhan kebutuhan terbatas, menjadikan manusia hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan semata, kita harus kembali dalam sistem islam (comprehensive way of life) dimana sering dijelaskan tentang adanya upaya berjaga-jaga dengan menabung (saving), hidup sederhana, semangat persaudaraan (brotherhood),tidak pernah putus asa mencari nikmat Allah yang lain (side job) nikmat Allah maha luas tidak hanya dilaut sehingga dengan prinsip tersebut di musim apapun kita tetap bisa bertahan (survive)... ya minimal uang kiriman mahasiswa tidak terlambat.

selengkapnya......

Pondok; How long can you go?
(Memahami Peran Politik Pondok Pesantren Persatuan Islam Abu Hurairah )

Oleh ; Minhadzul Abidin

Pesantren PERSIS Abu Hurairah yang lebih akrab disebut Pondok, memang tidak ada istimewanya kalau dibandingkan dengan sejumlah pesantren modern di Indonesia yang sudah memiliki kurikulum yang canggih, akses informasi yang luas dan alumni yang bertebaran menjadi tokoh nasional, tetapi ada hal yang menarik terutama bagi masyarakat kecamatan sapeken, Pondok memiliki nilai historis panjang dengan masyarakat kecamatan sapeken, dan mempunyai hubungan ikatan mutualisme yang relevan dan konstruktif terhadap perkembangan dinamika sosial kultural masyarakat se-kecamatan sapeken. Pondok meruapakan basis perjuangan masyarakat, benteng terakhir aqidah dan tuntunan syari’at, Pondok hadir menjadi sebuah fenomena yang menjelma menjadi dialektika kehidupan merekonstruksi pola keagamaan dan pengetahuan primitf masyarakat.

Didirikan pada tahun 1974 dengan prakarsa seorang seorang Ustad muda yang revolusioner, yang kharismatik berwawasan dan istiqomah dalam perjuangan dakwahnya,merupakan titisan kebijaksanaan dan keluwesan tokoh ulama yang dicintai masyarakat. Dialah Al-Ustad H. Ad-dailami Abu Hurairah, Ustad Ad-dailami beliau biasa dipanggil, kecerdasan dan wawasan luas serta tegas itulah pesan yang mengurai makna ketika melihat sosok seorang -Ustad Ad-Dailami Abu Hurairah, keramahan wujud pengorbananan yang tulus dalam mencerdaskan dan menyalakan lilin bagi kegelapan peradaban masyarakat kecamatan sapeken.

PONDOK DAN ORDE LAMA

Hubungan Pondok dalam hal ini Ustad Ad-dailami Abu Hurairah dengan Politik, maksudnya keterlibatan beliau dalam politik praktis sejak awal memang sudah sangat mesra, bahkan sejak duduk dibangku pesantren PERSIS bangil , seperti diakui oleh Ustad pada khutbah-khutbahnya, bahwa selama dipesantren PERSIS bangil beliau banyak berinteraksi dan diskusi dengan tokoh-tokoh MASYUMI (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) salah satu partai islam terbesar yang sangat modern dan demokratis pada zaman Orde lama, yang dimpimpin oleh salah tokoh PERSIS yang melegenda dengan Mosi Integral nya beliau adalah alm. Moh Natsir. Diskusi-Dsikusi panjangnya dengan tokoh masyumi yang jadi ustadnya di bangil, meliputi tentang dasar Negara pada waktu awal kemerdekaan seperti kasus piagam Jakarta, teks proklamasi yang diubah, dan alasan dis integrasi bangsa yang dibuat-buat oleh Hatta , inti dari diskusi tersebut adalah meminjam istilah beliau “pengkebirian” umat islam oleh Soekarno dan antek-antek nasionalis lainnya,

Pada periode ini secara tidak langsung ketertarikan dan diskusi-diskusi politik Ustad Ad-Dailami bisa kita simpulkan sebuah keberanian menceburkan dirinya dalam politik praktis dimana teman-temannya seangkatan di bangil masih awam terhadap dunia politik. dengan satu tekad dan tujuan pembelaan terhadap syari’at Islam, Hal inilah yang kemudian hari banyak dalam mengisnpirasinya dalam membangun tatanan masyarakat kecamatan sapeken selanjutnya.

PONDOK DAN ORDE BARU

Orde baru yang terkenal adalah rezim yang otoriter represif dan sering main hakim sendiri, ternyata tidak mempengaruhi istiqomah dan keberpihakan terhadap partai berasaskan islam, Pondok memilih PPP (Partai Persatuan Pembangunan) salah satu partai islam hasil fusi (penggabungan) partai-partai islam oleh orde baru dan menyerukan kepada masyarakat kecamatan sapeken untuk memilih PPP, akibatnya Ustad Ad-Dailamai jadi sasaran tindakan kejam dan teror pejabat-pejabat Orde Baru, tetapi Ustad Ad-dailami dengan lantangnya menolak dan bersikukuh dengan prinsipnya, “ Jangan panggil saya Ad-dailami jika harus tunduk dan menyerah terhadap tindakan orde baru, lebih baik saya mati daripada meninggalkan syari’at ini” begitu Ustad Ad-dailami menceritakan dalam khutbahnya.

Setelah diberlakukannya asas tunggal Pancasila, dan PPP mengganti lambangnya dan asasnya apa hendak dikata, sayonara PPP, kemudian beliau memilih Golkar (golongan Karya), karena menurut beliau sama saja dan memilih GOLKAR sebuah pilihan yang tepat karena lebih besar manfaatnya terutama bagi masyarakat kecamata sapeken dalam hal pembangunan. sampai pada jatuhnya rezim Soeharto 1998

PONDOK DI ERA REFORMASI

Setelah jatuhnya Soeharto dan era keterbukaan demokrasi, dan munculnya partai-partai berasaskan islam, momentum ini dimanfaatkan oleh pondok untuk bersama-sama mendukung partai berasaskan islam, tetapi umat islam terpecah, ada yang mendukung partai berasaskan islam, ada yang berasaskan nasionalis tetapi mendapat dukungan dari ormas islam, pada tahun 1999 begitu banyak partai mulai melamar pondok, bahkan seorang amien Rais ketua DPP PAN (Partai amanat Nasional) pada saat itu rela datang ke kecamatan sapeken, belum lagi PBB (Partai Bulan Bintang) yan memanfaatkan jaringan PERSIS untuk mengintervensi pondok ternyata tidak berhasil, pilihan politik Pondok akhirnya jatuh ketangan PK (Partai Keadilan) sampai PEMILU tahun 2004 diaman PK yang berganti nama menjadi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) karena electoral threshold berhasil meraih suara signifikan di kecamatan sapeken dan mendapatkan satu kursi wakil rakyat di DPRD Kabupaten Sumenep. Sehingga Pondok menjadi primadona yang selalu diperebutkan elite-elite politik sampai sekarang .

PONDOK DAN PERTARUHAN KEPENTINGAN SANTRI

Keberpihakan Pondok dalam politik membuat Pondok memiliki jaringan yang luas, terutama di Jakarta barapa kali Ustad Ad-dailami diundang kesebuah lembaga tinggi Negara dan diterima langsung oleh Ketuanya yang merupakan mantan Presiden partai yang didukung oleh pondok di tahun 2004, selain itu Ustad Ad-Dailami sering berkunjung ke lembaga pemerintahan seperti Departemen atau Kementrian Negara yang menterinya berasal dari partai tersebut, dan hubungan itu makin mesra setiap tour ( perjalanan dakwah santri kelas 3 aliyah) berkunjung ke kantor partai yang berada dikawasan mampang Jakarta selatan itu.
Bantuan pendidikan dan beberapa akses informasi dan pengetahun menjadi keuntungan pondok dalam kaitan tersebut. tetapi harus pula kita ingat, santri santri tersebut takutnya akan terjebak dalam polarisasi dan menjadi komoditas politik, dimana dalam usia tersebut seyogyanya ditanamkan pengetauan bagaimana memahami keberagaman dan persaudaran bukan afliliasi yang berbasis kepentingan ala partai.

Hemat saya tour atau perjalanan dakwah santri tersebut seharusnya diprioritaskan untuk pengembangan kualitas santri dalam berbagai ilmu pengetahuan, dan studi banding kurikulum dan tenaga pengajar kesejumlah lembaga pendidikan yang terkenal dan berhasil di Jakarta, bukan memprioritaskan kunjungan ke kantor partai,
belum lagi para ustad pondok sering berbeda pendapat apakah berkunjung ke kantor partai di daerah mampang jakarta selatan (PKS) atau ke kantor partai yang berada di jalan raya pasar minggu jakarta selatan (PBB), termasuk ke lembaga pemerintahan yang tidak ada hubungannya dengan yang mereka pelajari, dan buktinya pengalaman saya waktu ikut acara tour tersebut para santri terkesan diam dan bingung dengan presentasi salah satu Kepala staf Departemen dan bahkan yang lebih aktif para ustad yang seharusnya berada sebagai posisi pendamping. Akan tetapi, ini menjadi sebuah dilema seperti diungkapkan oleh Ustad Ad-Dailami, tour ini diharapkan untuk pengembangan masyarakat sapeken, dan memberikan gambaran realita kepada pemerintah pusat tentang kondisi masyarakat kecamatan sapeken yang selama ini dizhalimi oleh Pemerintah Daerah Sumenep dari segala bidang. jadi bagaimana jawaban untuk biaya yang dikeluarkan yang sangat besar oleh santri untuk ikut tour tersebut, yang hasilnya tidak pernah mereka nikmati.


PONDOK(NYA) ELITE POLITIK

Secara prosedural tidak ada yang bisa menyalahkan atau mengekang keberpihakan pondok dalam pentas politik di era demokrasi sekarang ini, bukan hanya pondok tetapi ormas dan pesantren di Indonesia banyak yang terjebak dalam hal yang sama meskipun dalam UU PEMILU menegaskan bahwa lembaga pendidikan dan tempat ibadah tidak boleh dijadikan arena politik, keberpihakan pondok atau ustad Ad-Dailami dalam politik pada awalnya adalah karena perjuangan dan pembelaan terhadap syari’at islam, kita bisa melihat afiliasi politik pondok dari waktu ke waktu adalah partai yang berasaskan islam, tetapi sekarang begitu banyaknya partai bersaskan islam sehingga membingungkan posisi keterlibatan pondok dalam politik, dan memang patut diwaspadai karena politik adalah wilayah serba interest, partai islam sekalipun.

Menjelang pemilu 2009 Pondok mengalami cobaan terberat dalam kiprah politiknya diamana suara pondok yang dulunya selalu solid, bergerak signifikan dan terstruktur serta sistematis mulai bergeser. Hal ini ditandai dengan kekalahan calon kepala desa sapeken yang didukung oleh pondok meskipun pondok menyatakan tidak pernah mendukung siapa-siapa, tetapi secara eksplisit pondok adalah rekomendasi calon tersebut, banyak orang yang menganggap ini adalah sejarah baru perpolitikan di kecamatan sapeken.

Pergeseran tersebut mulai berimbas terhadap pilihan politik pondok, PBB (Partai bulan bintang), yang dulunya mati atau sengaja dimatikan mulai bangkit dari tidur panjangnya, bersaing ketat dengan (PKS) Partai Keadilan Sejahtera memperebutkan suara pondok dan kharismatik Ustad Ad-Dailami, kharismatik beliau yang telah dibangunnya bertahun dengan istiqomah dan totalitas perjuangan dakwahnya mulai dijual murah, sehingga terkesan membingungkan masyarakat kecamatan sapeken. dalam pidato politiknya pada Silaturrahmi PBB cabang Sapeken pada bulan oktober kemarin, Ustad Ad-Dailami menyatakan bahwa saya akan mendukung dua partai itu (PKS dan PBB) karena sama-sama berasaskan islam. Memang pidato tersebut berhasil menjelaskan posisi politik Pondok, tetapi apa yang terjadi di massa akar rumput?, masyarakat terpecah dan menjurus kepada konflik horizontal, dan pondok mulai kehilangan eksistensinya sebagai penyeimbang atau rumah terakhir dalam persengkteaan,karena elite-elite pondok sendiri adalah otak yang melatar belakangi perpecahan dan kebingungan masyarakat demi sekedar kepentingan sesaat.

Belum lagi di internal Pondok sendiri semakin semrawut, guru-guru tidak harmonis setiap hari menurut sumber terpercaya rapat dewan guru tidak lagi berpikir dan menghasilkan program meningkatkan potensi dan pengetahuan santri melainkan sibuk bericara pemenangan partai masing-masing,saling curiga saling tuding dan akhirnya santrilah yang jadi korbannya dan memang bukan rahasia umum lagi jika kita melihat bebarapa keganjilan terjadi di pondok dan menjadi buah bibir masyarakat kecamatan sapeken sekarang , seperti kekerasan dalam pendidikan, administrasi pesantren yan tidak tertata, laporan keuangan yang tidak pernah transparant, kurikulum yang yang amburadul, serta pemusatan kekuasaan (monarki) yang tidak profesional ditangan satu orang, dan yang lebih berbahaya lagi degradasi moral santri yang setiap tahun melahirkan catatan buruk.

RESOLUSI TAHUN 2009

ironis, Pondok yang telah banyak mencetak kader-kader intelektual dan merupakan bagian sejarah perjuangan masyarakat kecamatan Sapeken ternyata sedang sakit akibat terlalu tingginya syahwat politik dan kekuasaan di elite-elite pondok sendiri, ukhuwah yang selama ini mereka keluarkan hanya penyulam simpul bibir belaka, kebutuhan untuk pengabdian (need to achievement) yang semula menjadi niat keterlibatan pondok dalam pentas politik mulai terkikis dengan kebutuhan untuk berkuasa (need to power) yang cenderung menghalalkan segala cara untuk tujuan politiknya.

sekali lagi menurut hemat saya bahwa untuk merubah sapeken menjadi lebih baik, harus dimulai dari basis dan kekuatan masyarakat sapeken salah satunya pondok, kalau pondok memainkan peranan pentingnya dan kembali berpihak kepada kepentingan rakyat akan tercipta tatanan masyarakat yang ideal, sejahtera aman dan tentram dibawah naungan Ridho Allah SWT yang merupakan jargon yang didengungkan pondok selama ini. stigma pondok yang selama ini menjadi milik elite (bangsawan) harus mulai ditinggalkan karena
pondok (seperti yang diungkapkan oleh ustad Ad-dailami) adalah hasil keringat nelayan-nelayan miskin, para pelanggar hukum dan penyalahgunaan kekuasaan yang berlindung dibawah kebesaran pondok harus segera diusir, saatnyalah pondok harus menjadi lokomotif perubahan pembawa amanah dan pro rakyat.

Kegagalan pondok adalah kehancuran Sapeken karena kegagalan dalam mencetak generasi islam yang berkualitas akan berdampak langsung terhadap tatanan masyarakat dan munculnya generasi cacat disegala bidang atau sampah-sampah yang tidak bisa terurai oleh ruang dan waktu, tahun 2009 adalah momentum untuk bangkit, tahun dimana Pondok bisa memainkan peranan penting dalam PEMILU 2009, Pondok diharapkan jeli melihat calon-calon anggota legsilatif atau calon Presiden yang akan didukung. Amanah, jujur dan selalu berpihak kepada rakyat merupakan kriteria pemimpin yang harus dipilih
bukan wakil rakyat muka-muka lama yang telah gagal mengemban amanah di tahun 2004 dan merupakan politisi-politisi busuk serta bukan pula elite-elite pondok yang haus kekuasaan dan merusak citra pondok, Tahun 2004 kemarin adalah pengalaman pahit bagi fase politk pondok yang dampaknya terasa masih sekarang, perpecahan di internal pondok karena permasalahan ditahun 2004 yang gagal memilih pemimpin yang amanah, sekarang pondok diharapkan memilki kekuatan politik sendiri sehingga tidak mudah ditarik ulur oleh elite-elite tersebut hanya karena mendapatkan bantuan dana. Tahun ini adalah pertaruhan terakhir bagi pondok, harapan seluruh masyarakat kecamatan sapeken (sami'na wa atho'ana)yang berada di ujung tanduk, Bangkit atau terpuruk. kita tunggu saja.

selengkapnya......

CATATAN AKHIR TAHUN

KABUPATEN SUMENEP
DALAM MENGHADAPI TANTANGAN EKONOMI KREATIF TAHUN 2009

Oleh : Minhadzul Abidin

PENDAHULUAN

Pada tanggal 22 Desember 2008 bertepatan dengan hari ibu kemarin pemerintah mencanangkan ekonomi kreatif tahun 2009, yang menjadi solusi tepat dalam mengatasi krisis keuangan global yang menyebabkan PHK besar-besaran yang berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi. Ekonomi kreatif lebih memprioritaskan pada pengembangan usaha sektor riil yang berbasis kemandirian dengan pola manajemen ekonomi modern, seperti pola pemasaran dan peningkatan mutu dan kwalitas barang hasil produksi yang lebih kreatif, ekonomi kreatif lebih menekankan produksi pada barang disekitar kita yang dianggap sebagian orang tidak berguna, Ekonomi kreatif yang mulai diperkenalkan oleh John Howkins, dalam bukunya yang berjudl "The Creative Economy - How People Make Money from Ideas", kemudian dipertegas pengusaha Microsoft corp bill gates pada forum WTO tentang kapitalisme kreatif cara mengatasi krisis keuangan dunia, bagaimana sektor usaha besar harus mulai menyusun strategi dan mulai menekankan aspek kreatifuitas ekonomi kecil, sehingga mempunyai fungsi yang lebih dekat dengan masyarakat secara langsung dan tingkat resikonya kecil, meskipun keuntungan sedikit tetapi akan lebih bersinergi.

Menurut data menteri perdagangan Selama 2002-2006, industri kreatif menyerap sekitar 5,4 juta pekerja dan menyumbang Rp81,5 triliun atau 9,13 persen terhadap total ekspor nasional. Selama ini sumbangan ekonomi kreatif pada PDB sebesar 6,4 persen. Kabupaten sumenep yang teletak paling timur pulau madura yang memiliki kekayaan alam yang melimpah Kabupaten Sumenep sebagai daerah kepulauan dengan 126 buah pulau besar, kecil dan sangat kecil mempunyai kedudukan dan posisi strategis dalam integrasi ekonomi wilayah dan sosio-demografi di Pulau Madura, terutama untuk mendukung Sumenep sebagai pusat Sub Wilayah (SWP) Madura yang dipersiapkan sebagai daerah tujuan wisata, perikanan, peternakan dan industri penggaraman. Keadaan lingkungan biofisik dan posisi yang strategis ini memungkinkan struktur perekonomian Kabupaten Sumenep didominasi oleh sektor kelautan, pertanian, perdagangan.

Ditengah potensi tersebut Kabupaten Sumenep diharapkan bisa dan dapat untuk memproyeksikan program dalam rangka mensejahterakan masyarakat , tetapi dengan sistem birokrasi yang sulit dan penguasaan monopolitistis perusahaan-perusahaan besar yang memiliki akses dan modal yang besar sehingga persaingan usaha sehingga tidak kompetitif dan usaha kecil terpaksa tidak berkembang dan mati dengan sendirinya, perlu kita ketahui bahwa Sesuai dengan kondisi dan struktur perekonomian Indonesia, penciptaan kesempatan kerja tidak mungkin hanya mengandalkan dari pengembangan usaha besar saja. Penciptaan kesempatan kerja dapat juga dilakukan melalui pengembangan usaha mandiri dan usaha keluarga, serta usaha-usaha kecil dan menengah. Untuk itu sebagian besar angkatan kerja perlu dipersiapkan dengan kemampuan kewirausahaan supaya dapat bekerja mandiri dan atau membangun usaha keluarga dan usaha kecil serta menengah. Pembangunan dan pengembangan sektor usaha kecil dan menengah ini akan mampu mendorong tersedianya lapangan kerja yang berdampak kepada menurunnya pengangguran. Selain itu, usaha kecil dan menengah pun dapat menjadi motor pertumbuhan baru, dengan laju pertumbuhan tinggi meskipun produktivitas per pekerjanya masih terbilang rendah.

PROYEKSI USAHA KECIL MENENGAH

Usaha kecil menengah merupakan tonggak perekonomian untuk mensejahterakan masyarakat yang bergerak di sektor riil, ditengah kondisi perekonomian yang semakin sulit, harga-harga kebutuhan bahan pokok melambung tinggi, lapangan kerja semakin tertutup yang menyebabkan pendapatan masyarakat semakin menurun ditambah lagi Kenaikan BBM yang berdampak langsung terhadap jumlah kemiskinan.

Kelompok usaha kecil, menengah dan koperasi merupakan wujud kehidupan ekonomi sebagian besar rakyat Indonesia . Keberadaan kelompok ini tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan perekonomian secara nasional. Kelompok usaha kecil, menengah dan koperasi mampu menyerap lebih dari 64 juta tenaga kerja dan memberikan kontribusi sebesar lebih kurang 58,2% dalam pembentukan Produk Pemerataan dalam distribusi pembangunan. Salah satu keunggulan usaha kecil menengah berbasis kemandirian adalah Lokasi UKM banyak di pedesaan terutama didaerah kabupaten sumenep dan menggunakan sumber daya alam lokal.Dengan berkembangnya UKM maka terjadi pemerataan dalam distribusi pendapatan dan juga pemerataan pembangunan, sehingga akan mengurangi diskriminasi spasial antara kota dan desa. Kesenjangan pembangunan antara kota dan desa menyebabkan terjadinya urbanisasi besar-besaran. Akibatnya, masyarakat desa mencari pekerjaan di kota walaupun ada sumber daya alam yang baik di desa. Dengan nilai tambah sector pertanian dan kurangnya kebijakan yang bisa membuat sektor pertanian berkembang, mengakibatkan generasi muda tidak mau lagi bekerja di sektor ini. Pemerataan dalam distribusi pendapatan. UKM sangat kompetitif dengan pola pasar hampir sempurna, tidak ada monopoli dan mudah dimasuki (barrier to entry). Pengembangan UKM yang melibatkan banyak tenaga kerja pada akhirnya akan mempertinggi daya beli. Hal ini terjadi karena pengangguran berkurang dan adanya pemerataan pendapatan yang pada gilirannya akan mengentaskan kemiskinan.

Oleh karena itu untuk menguatkan posisi dalam upaya memajukan kesejahteraan masyarakat di kabupaten sumenep,dan pemberdayaan masyarakat melalui usaha kecil menengah yang berbasis kemandirian ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan perekonomian di kabupaten sumenep , dan diharapkan kemandirian ekonomi yang berbasis produktivitas bisa meningkatkan peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja, dan salah satu bagiannya memasarkan hasil-hasil produksi daerah seperti perikanan, pertanian, penggaraman, dan hasil kerajinan tangan lainnya yang ruang lingkupnya kecil, dipasarkan dengan baik dan dikelelola dengan manajemen pemasaran yang sangat signifikan dan berprinsip pada kebersamaan.

Hal yang menjadi permasalahan mendasar usaha kecil menegah yang berbasis kemandirian. mikro UKM yang berbasis kemandirian keberadaannya sangat berfluktuatif, hal ini dapat terjadi karena pergeseran sektor usaha guna mengikuti pangsa pasar yang ada atau karena memiliki struktur permodalan yang belum mapan, maka “tumbuh” dan “mati” nya ini seringkali sangat sukar terdeteksi, akan tetapi secara makro ekonomi perkembangan UKM selalu menunjukkan peningkatan. Pembinaan yang serius pada sektor Usaha kecil dan menengah yang berbasis kemandirian sangat penting,meliputi pelatihan terhadap sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi tepat guna dan kemitraan dengan lembaga lain diharapkan dapat menjadi solusi alternatif untuk perkembangan Usaha kecil menengah berbasis kemandirian ini.

Pemanfaatan hasil Kekayaan Alam Kabubaten Sumenep

A. Perikanan

1. memanfaatkan hasil-hasil laut yang tidak hanya dimanfaatkan oleh pengusaha asing untuk diekspor,yang banyak merugikan masyarakat. Oleh karena itu Kelola Usaha Mandiri akan membuka peluang dan kemitraan dengan beberapa lembaga asing, bagaimana hasil laut tersebut dikelola dan dipasarkan langsung oleh masyarakat, sehingga hasilnya bisa memuaskan

2. pengolahan ikan secara tradisional dengan dikeringkan, dan diasinkan harus diperbaharui mengingat kebutuhan pasar yang semakin meningkat. Oleh karena itu Kelola usaha Mandiri (KUM) akan memberikan informasi dan bantuan usaha untuk pemanfaatan ikan yang lebih dinamis sesuai dengan kebutuhan pasar seperti sarden, krupuk ikan dll.

3. Pemberdayaan rumput laut (Echeume cottonii) di kabupaten Sumenep yang masih bersifat tradisional dan sendiri-sendiri sehingga harga mudah dipermainkan oleh pihak , Kelola Usaha Mandiri akan melakukan pemberdayaan terprogram dari penyediaan bahan baku (bibit), pemeliharaan, panen dan pemasaran. Adapun untuk pemasarannya secara langsung (distribusi langsung) ndan bersifat kolektif.

4. penyediaan teknologi perikanan yang ramah lingkungan dan

B. Pertanian

1. Pemanfaatan kelompok Usaha Pertanian merupakan program pemerintah, kelola Usaha Mandiri akan merencanakan pemberdayaan jangka panjang, maksudnya setalah habis kerjasama dengan pemerintah akan menimbulkan kemnadirian bagi petani, baik itumasalah irigasi, pupuk dan bibitnya, terlebih lagi masalah pemasarannya,

2. Tembakau dikabupaten sumenep yang memiliki kwalitas ekspor dimanfaatkan untuk tembakau dalam bentuk kemasan yang biasa dijual ditoko atau di warung.

3. Kelola usaha mandiri akan begerak dalam pemanfaatan lahan karena banyaknya lahan yang tidak kalah subur dengan

4. Kelola usaha mandiri akan membangun kemitraan dengan lembaga yang terkait untuk menetralisir air laut untuk pengairan sawah atau ladang, karena kebanyakan daerah dikabupaten sumenep dikelilingi oleh laut (kepulauan).

5. bekerjasama dengan perusahan yang bergerak dalam bidang agribisnis dalam pemasaran hasil pertanian di Kabupaten Sumenep

C. Peternakan

1. Peningkatan kwalitas daging ternak yang bermutu tinggi

2. membangun Usaha pengelolaan susu sapi

3. pemanfaatan kotoran sapi untuk pupuk kandang dan sumber bahan bakar.

D. Kerajinan Tangan

1. mendata usaha kecil menengah di kabupaten sumnep yang bergerak dibidang kerjianan tangan dikabupaten sumenep dalam upaya membuka akses pemasarannya

2. membuka pelatihan khusus untuk kerajinan tangan yang belum tersentuh oleh masyarakat di kabupaten sumenep

3. pemanfatan limbah atau sampah yang masih bisa diadur ulang.

USAHA-USAHA

a. Pembinaan dan pelatihan terpadu UKM dengan menyertakan akdemisi dan praktisi

b. mendorong pemerintah daerah dan DPRD untuk mengeluarkan kebijakan atau regulasi terhadap peningkatan UKM di Kabupaten Sumenep.

c. mendata seluruh UKM yang berda dikabupaten Sumenep baik yang baru berdiri dan berkembang atau yang sudah mengalami gulung tikar,dan mendata permasalahan dan menkaji langkah solusinya.

d. membuka dan meyakinkan masyarakat untuk membuka usaha kecil menegah dengan target untuk membuka lapangan kerja

e. Membuka kerjasama dengan lembaga terkait yang bersifat kemitraan untuk program jangka panjang dalam pengembangan UKM.

f. Advokasi terhadap usaha atau pelanggaran hukum yang merugikan pihak UKM

g. meyakinkan pihak bank atau pihak penyerta modal dalam membantu Usaha kecil Menengah. karena kebanyakan UKM mengeluh prosedur mendapatkan kredit yang berbelit, agunan tidak memenuhi syarat, dan tingkat bunga dinilai terlalu tinggi.

h. Penyediaan bahan baku, Masalah memperoleh bahan baku, terutama karena adanya persaingan yang ketat dalam mendapatkan bahan baku, bahan baku berkualitas rendah, dan tingginya harga bahan baku.

FOKUS DAN STRATEGI

1. Membangun sistem pembinaan dan pelatihan yang sistematis terhadap sumber daya manusia yang bergerak dibidang Usaha Kecil Menengah di Kabupaten Sumenep

2. Memberikan akses informasi seluas-luasnya terhadap pola peningkatan produktivitas usaha kecil menegah

3. Membangun kerjasama yang bersifat kemitraan dengan lembaga yang mempunyai perhatian khusus terhadap peningkatan Usaha kecil Menengah yang berbasis kemandirian

4. Menciptakan lapangan kerja baru dengan memanfaatkan sumber-sumber produksi di Kabupaten Sumenep.

5. Membangun kinerja profesioanal dan majemen modern terhadap pengelolaan usaha kecil menegah di kabupaten sumenep

6. Membangun perbaikan kualitas barang dan efisiensi, dan sesuai dengan selera masyarakat yang selalu dinamis

7. Membangun kerjasama dengan pihak bank dan bagaimana menyusun proposal dan membuat studi kelayakan untuk memperoleh pinjaman dari bank.

8. membangun akses terhadap teknologi tepat guna untuk menunjang terhadap produktivitas Usaha Kecil Menengah

Kemitraan

Jalinan kemitraan harus didasarkan pada prinsip sinergi, yaitu saling membutuhkan dan saling membantu. Pola kemitraan yang tidak saling membutuhkan tidak akan bertahan lama.

Pola kemitraan harus kami sesuaikan dengan potensi dan karakteristik daerah kami, dan pola kemitraan kemitraan pada setiap bidang usaha juga memiliki karakteristik yang khusus. Di setiap bidang usaha pada setiap daerah mempunyai budaya bisnis sendiri. Oleh karena itu diperlukan kajian sederhana dalam mengembangkan kemitraan supaya bisa berjalan langgeng. Serta perencanaan bisnis dalam kemitraan sehingga tidak terlambat dalam menyikapi kebutuhan konsumen yang selalu berkembang.

PENUTUP

Jadi pada prinsipnya untuk memajukan masyarakat di kabupaten sumenep ditengah krisis keuangan global yang berdampak langsung terhadap perkembangan ekonomi masyarakat, perlu ada langkah strategis dalam mengurai pesan dan tantangan ekonomi kretaif salah satunya dengan pengembangan sektor usaha kecil menengah ditengah potensi dan kekayaan alam yang melimpah. Mulailah dari diri sendiri, dari yang terkecil dan mulailah dari sekarang. Selamat tahun baru 2009 semoga kita lebih jaya lagi.:

selengkapnya......

Sapeken Sejahtera

Sapeken Kropos

(ditinjau dari konsep welfare state)

Oleh : Minhadzul Abidin

(Ketua PP HIMAS/ Peneliti di Syari’ah Economic Watch & LP3EI UIN Jakarta)

WEALTH OR WELFARE

Kemakmuran (wealth) sudah lama diungkapkan oleh Adam smith pelopor ekonomi kapitalis yang mengeluarkan buku the wealth of nation tahun 1776 yang menyatakan negara dikatakan makmur jika semua permasalahan ekonomi diserahkan kepada mekanisme pasar, tidak ada campur pemerintah, dan yang menentukan mekanisme pasar itu adalah modal (capital) dan penggunaan sumber-sumber produksi, senada dengan itu David Ricardo yang terkenal dengan teori Divison of labour menyatakan kemakmuran suatu negara ditentukan oleh tingginya produktivitas kerja dengan tingkat angkatan kerja yang semakin produktif maksudnya negara dikatakan makmur jika suatu negara menekan angka pengagguran yang secara otomotis membuka lapapangan kerja dengan mendorong sektor usaha dalam skala besar, sehingga dalam ekonomi kapitalis muncul istilah tricle down effect, yaitu sistem subsidi silang dimana pemerintah harus mendorong skala usaha besar, sehingga keuntungan dari skala usaha besar(pemilik modal) bisa menetes ke masyarakat miskin dengan terbukanya lapangan kerja dsb. Teori yang diungkapkan oleh pemikir kapitalisme ini menemukan banyak kelemahan, ekspolitasi terhadap kaum miskin (ploretal) yang dilakukan oleh kaum kaya (borjuis) dalam masalah upah dan tingkat nilai-nilai kemanusian, sehingga muncullah ide karl marx yang terangkum dalam das kapital 1867.

Kekuatan pendorong utama kapitalisme, menurut Marx, terdapat dalam eksploitasi dan alienasi tenaga kerja. Sumber utama dari keuntungan baru dan nilai tambahnya adalah bahwa majikan membayar buruh-buruhnya untuk kapasitas kerja mereka menurut nilai pasar, namun nilai komoditi yang dihasilkan oleh para buruh itu melampaui nilai pasar. Para majikan berhak memiliki nilai keluaran (output)yang baru karena mereka memiliki alat-alat produksi (kapital) yang produktif. Dengan menghasilkan keluaran sebagai modal bagi majikan, para buruh terus-menerus mereproduksikan kondisi kapitalisme melalui pekerjaan mereka.oleh karena itu revolusi adalah jawabnya dengan mengusung ide sosialis yang merupakan antitehesis dari kapitalis. Dimana kemakmuran ditentukan secara terpusat.

Dari pertarungan kedua paham tersebut kemudian muncullah ide welfare state (negara sejahtera)sebagai solusi alternatif dari kelebihan dan kekurangan kedua paham tersebut, Karena ketidaksempurnaan mekanisme pasar ini, peranan pemerintah banyak ditampilkan pada fungsinya sebagai agent of economic and social development. Artinya, pemerintah tidak hanya bertugas mendorong pertumbuhan ekonomi, melainkan juga memperluas distribusi ekonomi melalui pengalokasian public expenditure (pembelanjaan negara) dalam APBN dan kebijakan publik yang mengikat. Selain dalam kebijakan pengelolaan nation-state-nya pemerintah memberi penghargaan terhadap pelaku ekonomi yang produktif, ia juga menyediakan alokasi dana dan daya untuk menjamin pemerataan dan kompensasi bagi mereka yang tercecer dari persaingan pembangunan.Dalam negara kesejahteraan, pemecahan masalah kesejahteraan sosial, seperti kemiskinan, pengangguran, ketimpangan dan ketelantaran tidak dilakukan melalui proyek-proyek sosial parsial yang berjangka pendek. Melainkan diatasi secara terpadu oleh program-program jaminan sosial (social security), seperti pelayanan sosial, rehabilitasi sosial, serta berbagai tunjangan pendidikan, kesehatan, hari tua, dan pengangguran. Negara kesejahteraan pertama-tama dipraktekkan di Eropa dan AS pada abad 19 yang ditujukan untuk mengubah kapitalisme menjadi lebih manusiawi (compassionate capitalism). Dengan sistem ini, negara bertugas melindungi golongan lemah dalam masyarakat dari gilasan mesin kapitalisme.

Umer Chapra Tokoh ekonomi Islam dalam bukunya Islam and Economic Challenge (1992) membuat pemaparan cukup komprehensif terutama atas dasar dan dengan landasan filosofis dan teoritis), bahwa ummat Islam tidak usah berpaling ke Timur atau ke Barat dalam mewujudkan kesejahteraan, khususnya dalam bidang ekonomi. Tetapi berpaling pada Islam. Beliau mengamati baahwa banyak negara-negara Islam atau yang berpenduduk mayoritas Islam telah terjebak dalam pembuatan keputusan yang terdesentralisir yang biasanya dipunyai oleh pasar.

Islam , diuraikan oleh Umer Chapra, merumuskan suatu sistem ekonomi yang berbeda sama sekali dari sistem-sistem yang berlaku. Ia memiliki akar dalam SyariĆ”h yang menjadi sumber pandangan dunia sekaligus tujuan-tujuan dan strateginya. Berbeda dengan sistem- sistem dunia yang berlaku saat ini, tujuan-tujuan Islam (Maqashid Asy-Syari’ah) adalah bukan semata-mata bersifat materi, tetapi didasarkan pada konsep-konsepnya sendiri mengenai kesejahteraan manusia (falah) dan kehidupan yang baik (Hayat Thayyibah), yang memberikan nilai sangat penting bagi persaudaraan dan keadilan sosio-ekonomi dan menuntut suatu kepuasan yang seimbang, baik dalam kebutuhan- kebutuhan materi maupun rohani dari seluruh umat manusia ), ekonomi Islam terjadi penyuntikan dimensi iman dalam semua keputusan manusia tanpa memandang apakah keputusan-keputusan itu berkaitan dengan urusan rumah tangga, badang usaha, pasar mengurangi ketidakseimbangan ketidakstabilan perekonomian secara makro, atau untuk mengatasi kejahatan, percekcokan, ketegangan dan berbagai gejala anomi yang berbeda

EKONOMI SAPEKEN

Krisis ekonomi global mungkin tidak berdampak langsung terhadap perkembangan ekonomi sapeken, perkembangan ekonomi sapeken yang dari waktu ke waktu terus memperlihatkan pertumbuhan yang sangat signifikan, dari hasil ikan dan rumput laut (Echeume cottonii) yang kualitas ekspor, serta ikan yang didinginkan (es) yang beribu-ribu tripum terus membanjiri pasar-pasar dibali dan banyuwangi ditambah lagi ikan budidaya laut yang di ekspor ke Jepang, Hongkong, Singapura dan Korea Selatan, Menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan Produksi perikanan tangkap pada Tahun 1997 tercatat sebanyak 35.510,5 ton kemudian meningkat menjadi 38.320,4 ton pada Tahun 2000 atau rata-rata meningkat sebesar 2,44% per tahun. Produksi perikanan budidaya juga menunjukkan peningkatan yang cukup berarti, dari sekitar 832,4 ton yang tercatat pada Tahun 1997 menjadi 1.064,8 pada Tahun 2000 atau rata-rata meningkat sebesar 7,04 % per tahun. Diantara budidaya laut yang potensial terdapat di perairan Sumenep adalah rumput laut (), dimana produksinya pada Tahun 1997 tercatat sebanyak 2.325 ton, kemudian meningkat menjadi 3.346 ton pada Tahun 2000. Hasil perikanan laut yang potensial di perairan Sumenep adalah teri nasi yang berorientasi ekspor. Produksi teri nasi pada Tahun 1997 tercatat sebesar 792,5 ton kemudian meningkat menjadi 1.675,8 ton pada Tahun 2000. tidak bisa kita pungkiri kecamatan sapeken merupakan penyumbang pendapatan terbesar kabupaten sumenep dibidang kelautan dan perikanan.

Kemakmuran di kecamatan sapeken ini ditandai dengan pola hidup dan konsumerisme sebagian penduduk kecamatan sapeken, diamana jumlah kendaraan bermotor (sepeda motor) dari tahun terus bertambah bahkan setiap tahunnya pertambahan jumlah sepeda motor terus bertambah rata-rata sekitar 70% atau rata-rata per tahun jumlah sepeda motor bertambah 300 unit motor (sumber: POLSEK Sapeken) baik yang memliki surat lengkap atau yang fiktif. Maka jangan heran khususnya didesa sapeken produk terbaru yang baru dipasarkan oleh perusahaan sepeda motor terkenal sudah malang melintang di luas desa yang cuma 2 km² (2 kilo meter persegi) ini, disamping itu rumah dengan ukuran dan gaya baru selalu berdiri megah setiap tahun, selain itu barang elektronik mulai dari Televisi (TV) dari ukuran paling tinggi sampai paling rendah dengan berbagai merk (brand) tersedia, Hand Phone (HP) dengan segala merk unggulan terbaru yang selalu terselip di tangan anak-anak muda khususnya di desa sapeken.

SAPEKEN SEJAHTERA?

Melihat perkembangan ekonomi masyarakat sapeken, jika kita melihat dalam segi pandang materi pasti akan bisa menyimpulkan bahwa Kecamatan Sapeken adalah sejahtera, tetapi patut diingat dalam konsep welfare state (negara sejahtera) semua itu harus dilihat secara lebih universal baik skala makro dan mikro dan kekuatan pondasi kekuatan ekonominya dan pelayanan masyakat serta kebutuhan fundamental masyarakat. Memang tidak layak memformulasikan konsep welfare state untuk membahas kesejahteraan sebuah kecamatan seperti Sapeken, tetapi dari hal tersebut kita akan memperoleh bahan pertimbangan, pertama negara sejahtera harus meliputi kondisi sejahtera (well-being). Kondisi sejahtera terjadi manakala kehidupan manusia aman dan bahagia karena kebutuhan dasar akan gizi, kesehatan, pendidikan, tempat tinggal, dan pendapatan dapat dipenuhi; serta manakala manusia memperoleh perlindungan dari resiko-resiko utama yang mengancam kehidupannya. Fakta di lapangan di kecamatan Sapeken masih dihinggapi kebodohan (buta huruf), gizi buruk, penyakit menular dll.

Kedua Sebagai pelayanan sosial. umumnya mencakup lima bentuk, yakni jaminan sosial (social security), pelayanan kesehatan, pendidikan, perumahan dan pelayanan sosial person. Fakta di lapangan, di Kecamatan Sapeken berbicara pendidikan baik itu, fasilitas pendidikan yang rusak, tenaga pengajarnya masih sangat buruk, kurikulum yang tidak mempunyai standarisasi. dibidang kesehatan, tenaga kesehatan yang tidak profesional dan fasilitas kesehatan yang semuanya masih terbelakang dan pelayanan yang kurang memadai, terlebih lagi pelayanan terhadap kebutuhan penerangan (PLN) yang buruk dan memprihatinkan.

Ketiga Sebagai tunjangan sosial yang, diberikan kepada orang miskin. Karena sebagian besar penerima Welfare adalah orang-orang miskin, cacat, penganggur, keadaan ini kemudian menimbulkan konotasi negatif pada istilah kesejahteraan, seperti kemiskinan, kemalasan, ketergantungan, yang sebenarnya lebih tepat disebut “social illfare” ketimbang “social Welfare” . fakta di lapangan di kecamatan sapeken lapangan pekerjaan semakin menurun dan bahkan tertutup, laut yang merupakan kekayaan alam yang menjadi sumber hidup masyarakat kecamatan sapeken hanya menjadi cerita dongeng seiring rusaknya terumbu karang akibat tindakan pengrusakan lingkungan laut, maka jangan heran anak-nak muda sapeken tidak ada yang menetap semuanya merantau ke negeri orang karena ketidaksediaan lapangan kerja.

Keempat sebagai proses atau usaha terencana yang dilakukan oleh perorangan, lembaga-lembaga sosial, masyarakat maupun badan-badan pemerintah, maksudnya kekuatan ekonomi melalui usaha mandiri yang bergerak dalam sektor riil. Seperti Usaha Kecil Menegah, koperasi yang berdasarkan pada prinsip kekeluargaan, dan kemitraan bisnis dengan perbankan dalam segi permodalan, fakta di lapangan masyarakat kecamatan sapeken kehilangan inovasi dan kreativitas hanya bergerak pada ekonomi jangka pendek selau terpusat dan sering berbicara hasil dan keuntungan serta hampir seragam, proyeksi usaha yang primitif dengan memperbanyak hutang sehingga usaha-usaha yang kelihatannya besar adalah jelmaan hutang-hutang yang besar juga. Ditambah lagi kurang perencanaan dan tingkat saving lebih rendah dari tingkat komsumsi yang setiap tahun semakin meningkat dan tidak didukung oleh tingkat pendapatan, sehingga mudah terperangkap dalam mulut para rentenir kejam, maka tidak heran jika pada waktu ombak besar dan tidak ada yang melaut siap-siap lah sertifikat tanah untuk digadaikan dan barang-barang rumah tercerai berai kerumah tetangga karena digadaikan. Inilah fakta bahwa pondasi kekuatan ekonomi disapeken adalah kropos dan rapuh.

WIN-WIN SOLUTION

Inilah sebuah realita di kecamatan sapeken, kita harus berbenah, mulai saatnyalah kesederhanaan seperti yang dipraktekkan oleh baginda Rasulullah SAW dapat kita aplikasikan sehari-hari, dan untuk menciptakan kesejahteraan negara memang tugas pemerintah, tetapi masyarakat dituntut kreatifitasnya dan mulai menggalakkan ekonomi jangka panjang dengan bergerak dalam sektor riil melaui Usaha Kecil Menegah dan memanfaatkan sumber daya alam bukan hanya ikan, tetapi di bidang pertanian, peternakan dan kerajinan tangan serta proses usaha ikan menjadi setengah jadi bukan hanya bahan baku yang harganya murah, serta hindari rentenir dan jaga lingkungan laut. ya.. itu salah satu jalan untuk memperlambat jarum bom waktu kehancuran sapeken. semoga

selengkapnya......

RUANG KEBEBASAN BEREKSPRESI..

KATAKAN TIDAK UNTUK KEKERASAN DALAM AGAMA DAN JUSTIFIKASI PEMBENARAN AGAMA